news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hutan Konservasi Terbakar, Petugas Kesulitan Mencari Air

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:06 WIB
Reporter:

Riau, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai sekitar 16.000 hektare.

Sejumlah titik masih sulit dipadamkan karena api membakar lahan gambut hingga ke bagian bawah permukaan tanah.

Salah satu lokasi kebakaran berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung lokasi tersebut untuk melihat penanganan karhutla.

Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Meski kobaran api tidak selalu terlihat dari permukaan, api masih membara di bawah lapisan gambut dan terus menjalar. Kepulan asap juga masih keluar dari sejumlah bagian lahan yang terbakar.

Data yang disampaikan dalam laporan menunjukkan titik api di Riau telah mencapai lebih dari 400 titik. Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, mencapai sekitar 700 hektare.

Kebakaran terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Area yang terbakar merupakan kawasan hutan konservasi sehingga akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama bagi petugas.

Keterbatasan sumber air turut menyulitkan proses pemadaman di kawasan tersebut. Petugas mengandalkan operasi water bombing serta modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi intensitas kebakaran.

Pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Posko kesehatan didirikan di sekitar lokasi kebakaran untuk memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan pernapasan serta pemberian obat-obatan.

Kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran daring bagi sebagian siswa sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara akibat karhutla.

Penanganan karhutla Riau terus diperkuat melalui pemadaman darat, operasi udara, modifikasi cuaca, serta pemantauan titik panas untuk mencegah kebakaran meluas.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
06:57
02:58
01:39
09:08
00:57

Viral