news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkes Ajukan Anggaran untuk Perbaikan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Terdampak Bencana

Senin, 7 September 2026 - 15:36 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajukan anggaran sekitar Rp1,39 triliun untuk memperbaiki fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki 165 puskesmas dan 12 rumah sakit yang terdampak.

Dari 165 puskesmas yang rusak, 34 di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur. Sementara itu, dua dari 12 rumah sakit yang terdampak juga mengalami kerusakan berat.

Budi mengatakan kebutuhan anggaran tersebut telah dihitung bersama Pemerintah Provinsi NTT. Proposal sementara senilai Rp1,39 triliun kemudian disampaikan kepada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Sekretaris Negara.

Menurut Budi, perbaikan fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan karena pelayanan menggunakan tenda hanya dapat menjadi solusi sementara.

"Operasional puskesmas dan rumah sakit di tenda hanya bisa sementara. Tidak mungkin terus memberikan pelayanan kesehatan di tenda," ujar Budi dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pada tahap awal penanganan bencana, Kementerian Kesehatan memprioritaskan pencarian dan penanganan warga yang mengalami cedera.

Hampir 900 relawan dikerahkan ke desa-desa terdampak untuk mencari dan membantu lebih dari 900 pasien yang mengalami luka atau patah tulang pada bagian dada, tangan, kaki, maupun kepala.

Dalam waktu sekitar satu pekan, seluruh pasien tersebut telah mendapatkan penanganan. Sekitar 400 pasien harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi atau perawatan lebih lanjut.

Setelah penanganan pasien, pemerintah berfokus memulihkan layanan puskesmas dan rumah sakit. Saat ini, 165 puskesmas dan 12 rumah sakit yang terdampak telah kembali beroperasi menggunakan fasilitas sementara berupa tenda.

Pemulihan layanan tersebut didukung bantuan tenda dari BNPB dan Palang Merah Indonesia (PMI). Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian ESDM juga disebut membantu penyediaan generator dan koneksi satelit agar fasilitas kesehatan tetap dapat beroperasi.

Selain penanganan di NTT, Budi menyampaikan langkah kesehatan bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ia menyebut gangguan pernapasan menjadi salah satu risiko utama akibat paparan abu vulkanik karena kandungan silika yang dapat mengganggu paru-paru. Masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan lebih banyak berada di dalam rumah selama sepekan.

Jika harus keluar rumah, warga diminta menggunakan masker. Perlindungan juga diperlukan untuk mata karena abu vulkanik dapat masuk dan mengiritasi mata, antara lain dengan menggunakan kacamata.

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit karena partikelnya dapat menempel dan memiliki permukaan tajam. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan mengenakan pakaian tertutup seperti baju lengan panjang dan celana panjang.

Presiden Prabowo kemudian meminta kebutuhan anggaran perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak segera disampaikan untuk ditindaklanjuti.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
06:54
03:44
08:04
05:59
06:26

Viral