news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Berdarah Dingin, KKB Pelaku Penembakan Sempat Video Call Keluarga Korban

Jumat, 11 September 2026 - 13:00 WIB
Reporter:

Kupang, tvOnenews.com - Jenazah Willy MUI, korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mulyama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Tangis keluarga dan kerabat pecah saat peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih tiba di bandara. Jenazah selanjutnya akan dibawa ke Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan kampung halaman Willy.

Keluarga berharap kasus penembakan tersebut dapat segera diusut hingga tuntas dan para pelaku ditangkap.

Willy bersama dua rekannya menjadi korban penembakan pada 9 September 2026 di Distrik Mulyama, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam insiden tersebut, kelompok bersenjata juga membawa kabur sejumlah barang milik korban, termasuk telepon seluler.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan pelaku sempat menggunakan telepon seluler milik korban untuk menghubungi keluarga korban sebanyak dua kali melalui panggilan video.

Polisi telah mengidentifikasi salah satu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Pelaku berinisial PN dan satu lainnya berinisial KT.

"Kedua orang ini masuk dalam DPO kita terkait dengan kasus penculikan pilot yang berhasil kita bebaskan tahun lalu," kata Yusuf.

Keduanya disebut masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam sejumlah kasus kriminal bersenjata di Papua. Salah satunya terkait penculikan pilot yang terjadi pada 2023 dan berakhir dengan pembebasan korban pada 2024.

Selain itu, keduanya juga disebut terkait kasus pembantaian pekerja PT Istaka Karya pada 2018. Dalam kasus tersebut, sejumlah pekerja yang tengah mengerjakan pembangunan jalan Trans Papua menjadi korban pembunuhan.

Yusuf mengatakan aparat masih mendalami keterkaitan pelaku dengan kelompok tertentu. Menurut dia, terlalu dini untuk menyimpulkan penembakan tersebut dilakukan atas perintah kelompok tertentu karena aksi serupa kerap dilakukan secara acak.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:13
04:01
11:56
03:36
08:21
01:24

Viral