Operasi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing Terkendala Kabut Asap
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya. Kabut asap akibat kebakaran bahkan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio.
Kubu Raya menjadi salah satu wilayah dengan dampak karhutla cukup berat. Asap yang menyelimuti kawasan sekitar bandara membuat jarak pandang atau visibility menurun sehingga menghambat aktivitas penerbangan.
Beberapa pekan sebelumnya, penerbangan di Bandara Supadio sempat ditutup akibat kondisi kabut asap. Situasi tersebut juga berdampak terhadap upaya penanganan karhutla melalui operasi udara.
Kabut asap membuat operasi Water bombing menggunakan helikopter terkendala. Helikopter membutuhkan jarak pandang yang memadai untuk memastikan keselamatan penerbangan dan personel.
Dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang di wilayah tersebut disebut berada di bawah 3.000 meter. Kondisi itu belum memenuhi batas keamanan yang diperlukan untuk pelaksanaan operasi water bombing.
Kabut asap juga masih terlihat setiap pagi di sejumlah wilayah Kubu Raya dan Pontianak. Kondisi tersebut dipicu masih adanya titik api yang tersebar di beberapa lokasi.
Karhutla menjadi lebih sulit dikendalikan karena sebagian lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan lapisan cukup tebal. Api yang terlihat di permukaan memang dapat dipadamkan, tetapi bara masih dapat bertahan di lapisan bawah tanah.
Kondisi tersebut membuat api berpotensi kembali muncul ketika angin bertiup kencang. Bara atau percikan api dapat berpindah ke vegetasi kering di sekitarnya dan memicu kebakaran baru.
Sejumlah titik kebakaran bahkan berada dekat dengan permukiman warga. Petugas gabungan kembali melakukan pemadaman setelah menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran yang mulai mendekati rumah warga di wilayah Sungai Malaya.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanganan karhutla. Warga diminta segera melaporkan titik api kepada petugas agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas dan mengancam permukiman.
Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah lokasi untuk mencegah munculnya kembali titik api di wilayah Kubu Raya.