Membandingkan TNI dengan Militer Cina, Laksamana Purn Agus: Itu Tidak Apple to Apple
Rabu, 6 Oktober 2021 - 12:57 WIB
Jakarta - Mantan Panglima TNI Laksamana Purn Agus Suhartono mengungkapkan TNI saat ini belum mencapai potensi maksimalnya. Hal ini mengingat postur TNI yang belum mencapai 100% minimum essential force (MEF). MEF merupakan proses untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia.
Agus menolak ketika kemampuan militer Indonesia dibandingkan dengan Tiongkok. Ia menilai perbandingan tersebut tidak "apple to apple" atau tak dapat dibandingkan.
"Yang kita bandingkan adalah bagaimana kehadiran kita di Laut Cina Selatan mampu untuk mengamankan di wilayah tersebut. Itu yang paling penting. Jadi bukan jumlah kekuatannya berapa Indonesia memiliki kapal berapa, China berapa, tetapi kehadiran kita di wilayah tersebut yang secara terus-menerus itu menjadi lebih penting untuk kita perhatikan," tegasnya.
Namun tak dapat dipungkiri, kualitas alutsista dapat meningkatkan kapasitas efek gentar kepada aktor negara maupun non negara yang berani mengusik teritorial Indonesia. Untuk itu ia mendorong agar pemerintah dapat terus memodernisasi kapal-kapal tempur dalam konteksnya menghadapi ancaman di Laut China Selatan. Salah satu faktor penting dalam hal ini adalah untuk membeli kapal dengan usia yang masih terbilang muda.
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa saat ini gelar kekuatan TNI secara kewilayahan sudah dibagi tiga yakni wilayah barat, tengah, dan timur. Pembagian ini dapat membuat kecepatan reaksi militer Indonesia sudah lebih baik daripada sebelumnya. Pekerjaan selanjutnya adalah tentang bagaimana memenuhi jumlah kekuatan yang sesuai dengan standar MEF agar operasi militer di tiga wilayah tersebut dapat berjalan secara efektif. (afr)