- Istimewa
Cetak Sejarah Baru, Musisi Muda Asal Indonesia Diterima di Oxford University
Surabaya, tvOnenews.com - Musisi dan bassist muda Rahman Maulana Torana resmi diterima di Oxford University September 2026.
Rahman merupakan mahasiswa pertama yang diterima di S2 Fakultas Hukum Oxford sepanjang sejarah sejak berdirinya Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair).
Bassist multi talenta ini pernah tampil di Konser Mahakarya Ahmad Dhani, pada 9 Agustus 2024 di Grand City Mall Surabaya bersama penyanyi top dan musisi papan atas lainnya.
"Alhamdulillah diterima di Fakultas Hukum Oxford University Inggris bersama 50 orang lainnya dari seluruh dunia. Saya masuk Prodi S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University dan satu satunya dari Indonesia," kata Rahman, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Dirinya mengaku saat kuliah di Oxford University akan berhenti dulu di dunia musik agar bisa fokus pada kuliah S2 Prodi S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University.
"Ya sementara di dunia musik berhenti dulu. Mohon doa cepat lulus dan bisa lanjut S3," ucapnya.
Keberhasilan Rahman ini adalah wujud dukungan kuat dari sosok ayahnya yakni Edy Torana.
Sebab, Edy selalu membimbing dan memberikan motivasi agar meraih cita-cita dan prestasi gemilang kepada sang anak.
"Sebagai orangtua saya dan istri terus memberikan support dan motivasi. Pendidikan adalah yang utama dan pilihlah kampus yang bisa membawa kesuksesan dan kejayaaan impian," ungkapnya.
Adapun, Edy menyebut jika puntranya memiliki sederet prestasi sejumlah kompetisi pada bidang ilmiah semisal di Frankfurt Investment Arbitration Moot Court Competition (2023).
"Pencapaian ini menunjukkan ketajaman analisis dalam penyelesaian sengketa investasi global sejak awal karier kompetisinya," ujar Edy Torana.
Selain itu Rahman Torana masuk 4th Place–Asian Law Students' Association (ALSA) International Moot Court Competition (2023).
"Rams nama kecil Rahman Torana juga membawa tim meraih posisi ke-4 dari 32 tim perwakilan berbagai negara di Asia, memperkuat reputasi dalam kompetisi hukum internasional di tingkat benua," ucap Edy.
Selain itu, kata Edy, sang anak sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Fakultas Hukum dan Mawapres II Universitas Airlangga (2024).
"Alhamdulillah terpilih sebagai yang terbaik di tingkat fakultas dan meraih posisi kedua di tingkat universitas. Hal ini mengukuhkan posisi saya sebagai individu, yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kontribusi intelektual yang berdampak nyata bagi almamater," pungkasnya.(raa)