- Istockphoto
Akses Pemerataan Diperluas, Distribusi Qurban Tak Lagi Terpusat, Kini Mulai Menjangkau Wilayah Pelosok
tvOnenews.com - Menjelang Idul Adha 2026, isu pemerataan distribusi hewan qurban kembali menjadi perhatian.
Selama ini, penyaluran daging qurban cenderung terpusat di wilayah perkotaan, sementara masyarakat di daerah pelosok masih menghadapi keterbatasan akses.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk merancang sistem distribusi yang lebih merata agar manfaat qurban bisa dirasakan secara luas.
Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Distribusi yang lebih merata dinilai mampu membantu ketahanan pangan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Melansir dari Antara, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui peluncuran Program Sebar Qurban 2026 yang mulai dijalankan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Program ini diluncurkan di Desa Telaga Banyak, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi titik awal dari upaya memperluas distribusi hewan qurban agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Program tersebut mengusung tema “Luaskan Dampak Qurban” yang menekankan bahwa qurban tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga manfaat sosial yang lebih luas.
Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak melihat qurban sebagai bagian dari sistem distribusi pangan yang lebih adil.
Pelaksanaan kegiatan dihadiri sekitar 200 peserta, termasuk perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta peternak lokal.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan, untuk memperluas dampak program.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mulai berpartisipasi sebagai pihak yang berqurban.
Dampak terhadap Peternak dan Ekonomi Lokal
Selain menyasar pemerataan distribusi, program ini juga memiliki tujuan untuk memberdayakan peternak lokal.
Dengan melibatkan mereka dalam penyediaan hewan qurban, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas serta peluang ekonomi baru di tingkat desa.
“Sebar Qurban memiliki tiga misi utama, memfasilitasi ibadah, menggerakkan peternak lokal, dan berbagi kebahagiaan bagi masyarakat. Dari sinilah kami ingin qurban memberi manfaat yang lebih merata dan berkelanjutan,” tegas Vice President Human Initiative, Romi Ardiansyah.
Sejak awal program ini dirancang untuk menghindari penumpukan distribusi di kota besar.
Fokus utama diarahkan pada wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses, sehingga manfaat qurban dapat dirasakan secara lebih merata dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah daerah melihat program ini sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Dengan melibatkan peternak lokal, perputaran ekonomi di tingkat desa dapat meningkat, sekaligus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Pada tahun 2026, program ini menargetkan sekitar 309.000 penerima manfaat. Distribusi direncanakan menjangkau 27 provinsi, 134 kabupaten atau kota, serta 145 wilayah di Indonesia.
Tidak hanya itu, program ini juga diperluas ke 11 negara di luar negeri.
Cakupan yang luas tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk memperbaiki pola distribusi qurban.
- Istockphoto
Selain itu, digitalisasi platform donasi juga mulai diterapkan untuk memperluas partisipasi masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga mencakup berbagai agenda seperti pemaparan program, diskusi, serta berbagi pengalaman dari peternak dan masyarakat penerima manfaat.
Melalui pendekatan tersebut, dampak qurban tidak hanya dirasakan secara langsung, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari pembangunan sosial.
Secara keseluruhan, Program Sebar Qurban 2026 menjadi salah satu contoh upaya untuk menghubungkan ibadah dengan pemberdayaan ekonomi.
aDengan distribusi yang lebih merata dan melibatkan berbagai pihak, qurban diharapkan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara lebih luas. (udn)