Tak Perlu Lagi Keluar Bekasi, Dini dan Arief Pilih Tinggal di Summarecon yang Manjakan Penghuni dengan Konsep "Integrated Ecosystem"
- Dokumentasi Summarecon Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Dahulu, Kota Bekasi kerap menjadi sasaran hujatan netizen hingga dijuluki sebagai "Planet Bekasi".
Stigma ini muncul karena isu kemacetan yang kronis, tingkat polusi yang tinggi, hingga infrastruktur jalan yang rusak. Namun, sejak kehadiran Summarecon Bekasi pada 10 Maret 2010, wajah kota ini mulai berubah drastis.
Memasuki usia ke-16 tahun, kawasan ini sukses memulihkan nama baik Bekasi dengan bertransformasi menjadi pusat hunian premium dan destinasi bisnis berkelas dunia.
Keberhasilan ini dirasakan langsung oleh para penghuninya, salah satunya Arief Putih Prabowo (28), penghuni Apartemen Springlake Tower Caldesia.
Arief mengaku keputusannya memilih Summarecon Bekasi didasari oleh lokasi strategis dan konsep integrated township. Menurutnya, kemudahan akses menuju pusat Kota Bekasi maupun Jakarta berkat Flyover KH Noer Ali sangat membantu efisiensi mobilitasnya.
“Saya memilih hunian di kawasan Summarecon Bekasi karena beberapa pertimbangan utama yang sangat mendukung kebutuhan hidup saya dan keluarga,” ujar Arief.
![]()
Apartemen Springlake Summarecon Bekasi. (Foto: Dokumentasi Summarecon Bekasi)
Ia menambahkan bahwa efektivitas ekosistem terpadu sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.
“Konsep integrated ecosystem ini bukan hanya memudahkan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup secara menyeluruh,” tambahnya.
Senada dengan Arief, Dini Aulia Rahmah (28), yang juga menghuni Tower Caldesia, merasa Summarecon Bekasi telah menghadirkan standar baru bagi kehidupan masyarakat kota.
Baginya, kawasan ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ekosistem yang mendukung produktivitas.
“Peran ekosistem Summarecon Bekasi sangat besar dalam mendukung produktivitas saya. Kehadiran pusat komersial, coworking space, fasilitas transportasi, serta area hunian yang tertata membuat saya bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus sering keluar dari Bekasi,” kata Dini.
Ia juga menyoroti bagaimana ruang terbuka di sana menjadi wadah interaksi yang suportif.
“Saya memanfaatkan ruang terbuka di Summarecon Bekasi sebagai tempat untuk benar-benar terhubung dengan orang lain. Mulai dari rutin jogging pagi sambil bertegur sapa dengan para penghuni, semuanya membuat interaksi terasa spontan dan menyenangkan,” jelasnya.
Perjalanan 16 tahun Summarecon Bekasi memang penuh prestasi. Dimulai dengan pemancangan simbolis oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan, proyek ini berkembang pesat.
Load more