- Istockphoto
Ragam Kuliner Khas Sumba yang Punya Cita Rasa Unik dan Autentik
tvOnenews.com - Pulau Sumba tak hanya dikenal karena bentang alamnya yang eksotis, tetapi juga kekayaan kulinernya yang mulai mencuri perhatian hingga ke kota-kota besar, termasuk Jakarta.
Cita rasa khas yang lahir dari bahan lokal seperti jagung, singkong, hingga hasil laut membuat kuliner Sumba memiliki identitas yang kuat dan berbeda dari daerah lain di Indonesia.
Beberapa hidangan bahkan mulai dikenal luas karena keunikannya. Mulai dari camilan tradisional hingga makanan berat berbumbu santan, kuliner Sumba menawarkan pengalaman rasa yang sederhana namun autentik.
Tak heran jika pesonanya perlahan menembus pasar ibu kota, seiring meningkatnya minat terhadap makanan daerah yang masih mempertahankan cara pengolahan tradisional.
Daya Tarik Kuliner Sumba yang Autentik
Kuliner khas Sumba umumnya berbasis bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di wilayah tersebut. Jagung dan singkong menjadi sumber utama karbohidrat, menggantikan peran nasi di beberapa hidangan. Selain itu, hasil laut juga cukup dominan, terutama di daerah pesisir.
Teknik memasaknya pun masih banyak menggunakan cara tradisional, seperti ditumbuk, diasapi, atau dimasak dengan santan dan rempah sederhana.
Hal ini menghasilkan cita rasa yang khas, cenderung gurih, sedikit manis, dan tetap mempertahankan rasa alami bahan.
Beberapa makanan yang cukup dikenal antara lain Manggulu, camilan berbahan pisang dan kacang dengan tekstur menyerupai dodol.
Ada juga Kaparak, olahan jagung tumbuk yang disangrai dengan kelapa dan gula. Sementara itu, Ro’o Luwa merupakan bubur daun singkong yang dimasak dengan santan dan biasa disantap bersama nasi jagung.
Untuk hidangan utama, terdapat Manu Pata’u Ni, ayam kampung yang dimasak dengan santan dan rempah hingga meresap.
Selain itu, Jagung Titi yang disangrai dan dipipihkan sering dijadikan camilan maupun pelengkap makanan. Ada pula Kapurung Sumba serta Se’i sapi khas Sumba yang dikenal dengan aroma asapnya yang kuat.
Melansir dari berbagai sumber, aktris Laura Basuki pernah merasakan langsung pengalaman menikmati kuliner Sumba saat menjalani proses syuting film Yohanna pada April 2022. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di pulau tersebut.
Laura mengungkapkan bahwa ia langsung tertarik dengan suasana Sumba, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga keramahan masyarakatnya. Selama proses produksi, ia memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan warga setempat, termasuk para penenun kain tradisional.
Selain budaya, kuliner lokal juga menjadi bagian penting dari pengalamannya. Ia banyak menghabiskan waktu istirahat dengan menikmati hidangan, terutama makanan laut, sambil berbincang dengan warga. Aktivitas sederhana tersebut justru memberikan kesan mendalam selama berada di lokasi syuting.
Laura juga menilai bahwa Sumba memiliki daya tarik visual yang kuat untuk kebutuhan perfilman. Lingkungan yang alami dan estetik membuat hampir setiap sudut terlihat menarik di kamera.
Film Yohanna sendiri mengangkat kisah seorang suster muda yang menjalankan misi kemanusiaan di Sumba pasca bencana Badai Tropis Seroja.
Dalam cerita tersebut, karakter utama harus menghadapi berbagai tantangan sosial setelah bantuan yang dibawanya dirampas.
Film ini disutradarai oleh Razka Robby Ertanto dan merupakan hasil kolaborasi produksi antara Indonesia, Inggris, dan Italia. Karya tersebut juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan di festival film internasional sebelum dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 9 April 2026.
Kehadiran film ini secara tidak langsung turut memperkenalkan sisi lain Sumba, termasuk budaya dan kulinernya.
Melalui pengalaman para pemain dan latar cerita yang diangkat, publik dapat melihat bagaimana kehidupan masyarakat setempat berjalan, termasuk dalam hal makanan sehari-hari.
Secara keseluruhan, kuliner Sumba tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga mencerminkan cara hidup masyarakatnya. Dengan bahan sederhana dan proses tradisional, makanan khas daerah ini menjadi bagian penting dari identitas budaya yang kini mulai dikenal lebih luas. (udn)