- Gambar ilustrasi AI
Sering Tak Disadari, Kaheksia Bisa Menghambat Keberhasilan Pengobatan Kanker
Selain nutrisi, rehabilitasi medik kini menjadi bagian penting dalam layanan onkologi modern yang diterapkan berbagai pusat kanker di dunia.
Pendekatan ini banyak digunakan di pusat kanker ternama seperti National Cancer Center Singapore, MD Anderson Cancer Center di Amerika Serikat, hingga berbagai rumah sakit akademik di Jepang dan Korea Selatan.
Rehabilitasi kanker bertujuan membantu pasien mempertahankan fungsi tubuh, meningkatkan mobilitas, serta menjaga kualitas hidup selama dan setelah menjalani terapi.
Dokter Rehabilitasi Medik, dr. Indriani, SpKFR(K), menjelaskan bahwa rehabilitasi dapat diberikan sejak pasien pertama kali didiagnosis hingga fase akhir kehidupan sebagai bagian dari cancer care continuum atau layanan kanker berkelanjutan.
Pasien kanker sering menghadapi berbagai gangguan fisik akibat penyakit maupun terapi yang dijalani, mulai dari kelemahan otot, gangguan saraf, gangguan jantung, hingga penurunan fungsi kognitif. Kondisi inflamasi kronis dan gangguan metabolisme juga dapat menyebabkan sarkopenia atau hilangnya massa otot yang berujung pada kaheksia.
Dalam kasus yang berat, kaheksia bahkan diketahui dapat meningkatkan risiko kematian hingga sekitar 20 persen. Karena itu, latihan fisik yang terukur dan program rehabilitasi yang sesuai menjadi bagian penting dari strategi perawatan kanker modern.
Perkembangan layanan onkologi global menunjukkan bahwa keberhasilan terapi kanker tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi medis.
Nutrisi yang optimal, rehabilitasi yang tepat, dukungan psikologis, serta pendekatan multidisiplin juga memegang peran penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Di tengah meningkatnya angka kasus kanker di dunia, pendekatan yang lebih holistik inilah yang kini menjadi arah utama perkembangan layanan kanker modern. (udn)