- Ilustrasi
Tak Cukup Hafal Aturan, Integrasi Ilmu Hukum dan Sosiologi Antar Mahasiswa Berbuah Prestasi Nasional
tvOnenews.com - Menguasai satu bidang ilmu saja sering kali sudah menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Namun di tengah kompleksitas dunia pendidikan tinggi saat ini, semakin banyak kompetisi akademik yang menuntut peserta mampu berpikir lintas disiplin.
Salah satu contoh menarik adalah perpaduan antara ilmu hukum dan sosiologi, dua bidang yang berbeda tetapi saling berkaitan dalam memahami kehidupan masyarakat.
Di berbagai negara maju, pendekatan multidisiplin justru menjadi tren dalam pendidikan tinggi. Universitas-universitas terkemuka seperti Harvard Law School di Amerika Serikat, University of Oxford di Inggris, hingga National University of Singapore (NUS) mendorong mahasiswa hukum mempelajari aspek sosial, budaya.
Bahkan juga soal perilaku masyarakat untuk memahami bagaimana sebuah aturan bekerja dalam praktik. Sebab, hukum tidak lahir di ruang hampa, melainkan tumbuh dari dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
Laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga menunjukkan bahwa kemampuan berpikir lintas bidang menjadi salah satu kompetensi penting abad ke-21.
Dalam berbagai kompetisi akademik, peserta tidak hanya diuji melalui hafalan teori, tetapi juga kemampuan menganalisis masalah secara komprehensif.
Karena itu, mahasiswa yang mampu mengintegrasikan ilmu hukum dan sosiologi sering memiliki keunggulan dalam memahami persoalan sosial dari berbagai sudut pandang.
Melansir dari laman resmi, kemampuan menggabungkan dua disiplin ilmu tersebut turut mengantarkan Alviyar Berlian, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti, meraih medali emas sekaligus gelar Absolute Winner atau Juara 1 Nasional kategori mahasiswa dalam ajang National Olympiad of Outstanding Student (NOOS) 2026 bidang Sosiologi yang diselenggarakan Yapresindo pada 15 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menduduki peringkat pertama dari total 38 peserta tingkat perguruan tinggi. Ia memperoleh predikat A+ setelah melalui proses persiapan yang matang serta penguasaan materi yang menyeluruh.
Pencapaian tersebut sekaligus menambah daftar prestasi akademiknya di tingkat nasional. Hingga saat ini, tercatat telah mengoleksi 13 medali dari berbagai kompetisi akademik yang mencakup bidang sejarah, sosiologi, bahasa Inggris, hingga ilmu sosial humaniora.
Beberapa capaian yang pernah diraihnya antara lain medali emas bidang Sejarah dalam Kejuaraan Sains Nasional 2022, medali emas Sosiologi pada Kontes Terbuka Olimpiade Nasional 2022, medali emas National Olympiad of Outstanding Student 2024, hingga medali emas dan gelar Absolute Winner NOOS 2026 bidang Sosiologi.