news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Era Digitalisasi, Aspek Kemanusiaan Tetap Jadi Fondasi Utama Transformasi Kesehatan Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Era Digitalisasi, Aspek Kemanusiaan Tetap Jadi Fondasi Utama Transformasi Kesehatan Indonesia

Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) merayakan hari jadinya ke-6 sekaligus menggelar kegiatan Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) IV di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:48 WIB
Reporter:
Editor :

Lombok, tvOnenews.com - Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) merayakan hari jadinya ke-6 sekaligus menggelar kegiatan Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) IV di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan yang mengusung tema 'Transformasi Global Mutu Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal' turut menyorot soal digitalisasi dan modernisasi sistem kesehatan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Ketua Panitia PIFKI IV dan HUT Ke-6 LAFKI, DR. Cashtry Meher mengatakan digitalisasi sistem kesehatan penting dilakukan era saat ini.

Namun, kata Cashtry, transformasi kesehatan nasional yang tengah berlangsung harus tetap menempatkan mutu pelayanan dan aspek kemanusiaan sebagai fondasi utama. 

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar transformasi kesehatan saat ini bukan sekadar mempercepat perubahan melainkan memastikan manfaat perubahan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

"Tantangan terbesarnya bukan bagaimana berubah lebih cepat, tetapi bagaimana memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari perubahan itu. Transformasi yang tidak dirasakan pasien hanya akan menjadi perubahan di atas kertas," ujar Cashtry.

Cashtry memaparkan ukuran keberhasilan transformasi kesehatan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diterima masyarakat bukan semata banyaknya kebijakan atau teknologi yang diterapkan.

Cashtry juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan AI dan digitalisasi layanan kesehatan, aspek empati tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan.

"AI bisa membantu mengambil keputusan lebih cepat, tetapi sampai hari ini belum ada teknologi yang mampu menggantikan empati. Pasien datang bukan hanya membawa data, tetapi juga membawa kecemasan, harapan, dan kepercayaan. Masyarakat tidak menuntut pelayanan yang sempurna, tetapi ingin merasa aman, didengar, dan yakin bahwa mereka berada di tangan yang tepat," katanya.

Momentum PIFKI IV sekaligus menjadi penanda enam tahun perjalanan LAFKI dalam mendorong penguatan budaya mutu dan keselamatan pasien di berbagai fasilitas kesehatan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umun LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka menegaskan pihaknya akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional.

"Enam tahun adalah fondasi yang penting. Ke depan, LAFKI ingin memastikan budaya mutu tidak hanya hadir saat proses akreditasi berlangsung, tetapi menjadi bagian dari pelayanan sehari-hari. Mutu harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar dokumen penilaian," ujarnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral