- Pertamina Patra Niaga
Pascagempa Guncang NTT, Operator SPBU dan AMT Pertamina Terus Berjibaku Salurkan BBM
Jakarta, tvOnenews.com – Pelayanan energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan setelah gempa melanda wilayah tersebut. Pertamina Patra Niaga kerja keras para pekerja di lapangan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat dan mendukung proses penanganan bencana.
Operator SPBU dan Awak Mobil Tangki (AMT) tetap bertugas menyalurkan BBM, termasuk untuk ambulans, kendaraan penanggulangan bencana, serta kendaraan yang membawa bantuan ke wilayah terdampak. Mereka terus bekerja meski sebagian pekerja dan keluarganya turut merasakan dampak gempa.
Salah satunya Fergilus Edy, operator SPBU 54.865.01 Mena Ruteng. Ketika gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Fergilus masih berada di rumah bersama keluarganya. Guncangan kuat membuat mereka segera keluar rumah. Namun, sekitar satu jam kemudian, Fergilus berangkat ke SPBU untuk kembali menjalankan tugas.
“Setelah gempa terjadi, sekitar jam tujuh saya sudah berada di tempat kerja. Kami tetap buka dan melayani masyarakat. Ambulans, kendaraan untuk penanggulangan bencana, sampai kendaraan yang membawa sembako ke desa-desa kami prioritaskan. Memang sampai sekarang masih ada guncangan, jadi kami harus tetap waspada. Yang penting bagi kami, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan dan kami layani dengan tulus,” ujar Fergilus, Kamis (20/8/2026).
Dedikasi serupa ditunjukkan Hendrikus Nuba, Awak Mobil Tangki yang bertugas menjaga kelancaran distribusi BBM menuju wilayah Manggarai. Warga Reo tersebut juga merasakan dampak gempa. Hingga kini, keluarganya masih berada di pengungsian karena gempa susulan masih terjadi.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Hendrikus tetap menjalankan tugas mengangkut dan menyalurkan BBM. Ia memastikan pasokan energi tetap tersedia sehingga kebutuhan masyarakat di Manggarai tidak terganggu.
“Keluarga sampai sekarang aman, tetapi masih berada di tempat pengungsian. Sebagai AMT, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk tetap melayani masyarakat apa pun kondisinya. Kami ingin masyarakat di Manggarai tidak kesulitan mendapatkan BBM,” ucap Hendrikus.
Dalam perjalanan mendistribusikan BBM, Hendrikus juga menghadapi kondisi jalan yang terdampak gempa. Sejumlah titik sempat mengalami longsor dan material bebatuan yang menghambat perjalanan.
“Selama perjalanan memang sempat ada longsor dan bebatuan jatuh di daerah Cibal, tetapi sudah bisa dilewati dengan aman. Mudah-mudahan dengan pasokan yang terus sampai, semuanya bisa kembali normal,” pungkasnya.