20 Kali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meningkat
Lampung Selatan, tvOnenews.com - Aktivitas vulkanik Gunung anak krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, mengalami peningkatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami 20 kali erupsi pada Senin, 17 Agustus 2026. Status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Abu kemudian terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah pesisir Lampung Selatan.
Hujan abu vulkanik dirasakan warga di Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Kalianda, Rajabasa, serta Pulau Sebesi. Abu bahkan masuk ke sejumlah rumah warga di Pulau Sebesi dan menempel pada perabotan sehingga masyarakat harus lebih sering membersihkan rumah.
Sejumlah warga Pulau Sebesi juga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan dan mata akibat paparan abu vulkanik.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak kesehatan. Dinas Kesehatan menyiagakan tenaga medis di wilayah terdampak serta membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
Sedikitnya 4.500 masker disiapkan, terdiri atas 1.500 masker untuk kawasan Dermaga Canti dan sekitarnya serta 3.000 masker untuk warga Pulau Sebesi. Petugas juga membagikan masker dari rumah ke rumah.
Masyarakat, terutama lansia dan balita, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik.
Warga juga dianjurkan menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika harus beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di ruang terbuka.
PVMBG masih melakukan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau selama 24 jam. Aktivitas gunung api tersebut dinilai masih fluktuatif sehingga masyarakat diminta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG serta pemerintah daerah.