news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Bappisus Gelar Kegiatan MASTAMA Bagi Mahasiswa.
Sumber :
  • Istimewa

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Bappisus Gelar Kegiatan MASTAMA Bagi Mahasiswa

Dalam rangka mendukung penguatan karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan generasi muda sebagai pilar pembangunan nasional, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aris Marsudiyanto menghadiri kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Kampus UMJ, Cirendeu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten pada (23/9/2026).
Rabu, 23 September 2026 - 20:39 WIB
Reporter:
Editor :

Tangsel, tvOnenews.com - Dalam rangka mendukung penguatan karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan generasi muda sebagai pilar pembangunan nasional, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aris Marsudiyanto menghadiri kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Kampus UMJ, Cirendeu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten pada (23/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 mahasiswa baru tersebut mengusung tema 'Pemuda Berdaulat, Indonesia Maju'. 

MASTAMA menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesadaran akan peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Aris menekankan bahwa kedaulatan pemuda dimulai dari kedaulatan berpikir.

Menurutnya mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir mandiri, menguji informasi, memahami persoalan secara objektif, serta bertanggungjawab atas setiap sikap dan keputusan. 

Pesan tersebut dinilai semakin relevan di tengah derasnya arus informasi digital. 

Mahasiswa tidak cukup hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus dapat membedakan fakta, opini, kepentingan, dan informasi yang belum terverifikasi.

Aris menyampaikan bahwa generasi muda perlu membangun lima kecerdasan secara seimbang, yaitu kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient), emosional (Emotional Quotient), spiritual (Spiritual Quotient), kreativitas (Creativity Quotient), dan kemampuan menghadapi kesulitan (Adversity Quotient).

“Kecerdasan intelektual membentuk kemampuan berpikir kritis dan berbasis data. Kecerdasan emosional membantu kita mengelola diri dan menghadapi perbedaan. Kecerdasan spiritual menjadi landasan nilai dan integritas. Kreativitas mendorong lahirnya inovasi, sementara adversity quotient membentuk ketangguhan dalam menghadapi tekanan dan perubahan,” kata Aris.

Menurutnya kelima kecerdasan tersebut perlu menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi kompleksitas kehidupan sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. 

Ia juga mengingatkan bahwa sikap kritis harus berjalan bersama integritas dan tanggungjawab. 

“Kritis tanpa integritas bisa menjadi sekadar kegaduhan. Keberanian tanpa tanggungjawab bisa menjadi masalah. Karena itu, keberanian berpikir harus berjalan bersama ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Aris menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
05:10
03:00
05:01
06:41
06:14

Viral