news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aulia Kamaruzaman / Humas Agro Murni..
Sumber :
  • Ambrizal

PT Agro Murni Sebut Aksi TKBM Ganggu Operasional dan Rugikan Perusahaan

Humas PT Agro Murni, Aulia Kamaruzzaman, mengatakan kerugian yang dialami perusahaan tidak hanya berkaitan dengan barang, tetapi juga terganggunya berbagai aktivitas operasional di area perusahaan.
Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:04 WIB
Reporter:
Editor :

Dumai, tvOnenews.com — PT Agro Murni buka suara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah massa yang mengatasnamakan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Perusahaan menyebut aksi yang berlangsung selama dua hari tersebut mengganggu aktivitas operasional dan menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Humas PT Agro Murni, Aulia Kamaruzzaman, mengatakan kerugian yang dialami perusahaan tidak hanya berkaitan dengan barang, tetapi juga terganggunya berbagai aktivitas operasional di area perusahaan.

“Selama dua hari aksi berlangsung, PT Agro Murni mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Kerugian ini bukan hanya dari sisi barang, tetapi juga karena terganggunya aktivitas operasional perusahaan,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, PT Agro Murni saat ini hanya memiliki kerja sama dengan Koperasi Sungai Sembilan. Sementara untuk kegiatan operasional di lapangan, perusahaan bekerja sama dengan RKI dan Koperasi Sungai Sembilan.

Ia mengatakan perusahaan tidak memiliki hubungan kerja sama dengan koperasi TKBM yang melakukan aksi tersebut. Namun, massa aksi disebut melakukan upaya yang menghambat operasional perusahaan.

“PT Agro Murni saat ini hanya bekerja sama dengan Koperasi Sungai Sembilan. Untuk operasional di lapangan, vendor yang bekerja sama dengan perusahaan adalah RKI dan Koperasi Sungai Sembilan. Kami tidak memiliki kerja sama dengan koperasi TKBM yang melakukan aksi tersebut,” katanya.

Aulia menambahkan, aksi tersebut juga disebut berdampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan industri karena mengganggu akses jalan dan aktivitas lainnya.

“Selain merugikan perusahaan, aksi ini juga berdampak kepada masyarakat sekitar kawasan perusahaan karena mengganggu jalan dan aktivitas yang ada di sekitar lokasi,” tambahnya.

Untuk mencari penyelesaian, pihak perusahaan mengaku telah meminta kepolisian memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak yang terlibat.

Di sisi lain, perusahaan juga telah melaporkan aksi tersebut karena dinilai mengganggu operasional dan menimbulkan kerugian.

Saat berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Pihak perusahaan berharap proses mediasi dapat segera dilakukan sehingga aktivitas operasional kembali berjalan normal dan persoalan dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral