news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dosen dan pegiat literasi, Mantovanny Tapung..
Sumber :
  • tim tvOne - jo kenaru

Judi Online Menggila, Rp88 Miliar Diduga ‘Terbang’ dari Manggarai per Tahun

Dosen dan pegiat literasi, Mantovanny Tapung mengatakan untuk satu tahun terdapat 88,2 milyar uang dari Manggarai yang terbang ke luar negeri.
Kamis, 19 Mei 2022 - 14:00 WIB
Reporter:
Editor :

Manggarai,NTT - Judi online baik dalam skala internasional, nasional, regional dan lokal menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat bangsa Indonesia umumnya dan Manggarai Nusa Tenggara khususnya. Dosen dan pegiat literasi, Mantovanny Tapung mengatakan untuk satu tahun terdapat 88,2 milyar uang dari Manggarai yang terbang ke luar negeri.

“Bayangkan,bila ada 10 persen saja penduduk Manggarai yang berjumlah 349.000 jiwa berjudi online dengan rata-rata pengeluaran 7000 rupiah, maka dana yang terbang Rp245 juta perhari. Kalau 30 hari, maka dana yang terbang ke luar daerah tanpa terkontrol, yakni sebesar, 7,35 milyar. Untuk satu tahun terdapat 88,2 milyar uang dari Manggarai yang terbang ke luar negeri. Jumlah ini hampir mendekat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai yang berkisar di Rp98 miliar pertahun,” kata Mantovanny Tapung, Kamis (19/5/2022).

Ia mengatakan, judi online seperti slot, togel, poker menjadi fenomena yang sulit dikendalikan lagi. Imbas judi online selain menjadi masalah pribadi tetapi juga bisa menjadi masalah sosial.  

Disebut masalah pribadi karena yang giat berjudi online adalah oknum per oknum. Sedangkan disebut sebagai masalah sosial, ketika perbuatan per oknum tersebut berdampak dan berimbas pada terganggunya hubungan atau relasi dengan orang lain. 

“Contoh, ketika seorang bapa atau Ibu berjudi online, menghabiskan waktu dengan berkonsentrasi di HP, maka perhatiannya terhadap isteri, suami dan anak semakin berkurang. Terjadi apa yang disebut parenting loss atau parenting gap,” ujar dosen dan pegiat literasi itu.

Picu KDRT

Doktor Ilmu Sosial dan Pendidikan Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng ini juga mengatakan, rata-rata peluang kemenangan judi online hanya 30% dan 70% peluang kalahnya.

Bila seorang mengalami kekalahan, kata dia, pasti kondisi kejiwaannya terganggu. Secara psikologis, lazimnya orang yang kalah, cepat sekali tersinggung dan marah, dan bahkan bisa menyebabkan terjadi tindakan kejaharan dalam keluarga, seperti munculnya Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Setidaknya terdapat 10-15% KDRT dan kejahatan lokal lainnya, yang terjadi pada masyarakat terkontribusi dari dampak perjudian dalam segala bentuknya,” ucap Mantovanny.

Judi dalam segala bentuk sambung dia, merupakan kejahatan terhadap ketertiban umum (public order crime) yang meskipun tanpa korban yang nyata (victimless crimes).

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:57
01:20
01:08
07:06
01:21
01:13

Viral