- Antara
Debat Kedua Caketum HIPMI, Anthony Leong Gagas Youth Development Bank
Anthony juga menyoroti ketimpangan akses modal antara pengusaha di kota besar dan daerah. Menurutnya, banyak pengusaha muda di daerah memiliki potensi besar namun kesulitan berkembang karena minim dukungan pembiayaan.
Melalui gagasan Youth Development Bank, HIPMI diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah sekaligus mempercepat regenerasi pengusaha nasional.
Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda produktif untuk menghadapi tantangan ekonomi global, bonus demografi, hingga era digitalisasi ekonomi.
“Kalau akses pembiayaan hanya dinikmati kelompok tertentu, maka pengusaha baru akan sulit lahir. Padahal Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur muda untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.
Gagasan tersebut mendapat perhatian peserta debat karena dinilai lebih konkret dan terukur dibanding sekadar narasi umum mengenai pemberdayaan anak muda. Sejumlah kader HIPMI menilai ide tersebut dapat menjadi terobosan besar apabila mampu diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, dunia perbankan, dan organisasi pengusaha.
Panelis debat dan juga Ketua Umum BPD HIPMI Bali 2000-2003, GDE Sumarjaya Linggih yang juga menyampaikan apresiasi gagasan Anthony terkait Youth Development Bank dan gagasan terkait long term economic growth.
"Saya tertarik dan mengapresiasi dengan gagasan saudara terkait program ini Youth Development Bank," ujarnya.
Debat calon Ketua Umum BPP HIPMI di Bali sendiri menjadi momentum penting bagi para kandidat untuk memaparkan arah masa depan organisasi serta strategi memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi Indonesia.(chm)