news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

399 Serdik P3MD Serap Nilai Kepahlawanan di Margarana Bali.
Sumber :
  • tim tvOne

399 Serdik P3MD Serap Nilai Kepahlawanan di Margarana Bali sebagai Bekal Pimpin BUMN

Sebanyak 399 serdik Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mengikuti kegiatan Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.
Kamis, 30 Juli 2026 - 18:16 WIB
Reporter:
Editor :

Denpasar, tvOnenews.com - Sebanyak 399 peserta didik (serdik) Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mengikuti kegiatan Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembelajaran sejarah dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan.

Bagi para serdik, kunjungan ke Taman Pujaan Bangsa Margarana tidak hanya menjadi agenda mengenang sejarah perjuangan bangsa. Lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai ruang refleksi untuk memahami nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, tanggung jawab, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinan.

Taman Pujaan Bangsa Margarana merupakan lokasi bersejarah tempat I Gusti Ngurah Rai bersama Pasukan Ciung Wanara melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda pada 20 November 1946. Peristiwa yang dikenal sebagai Puputan Margarana itu menjadi salah satu tonggak perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat “puputan”, yang berarti berjuang hingga titik penghabisan, dinilai tetap relevan dalam konteks kepemimpinan saat ini. Nilai tersebut dimaknai sebagai keteguhan menjaga integritas, tidak menyerah menghadapi tantangan, serta berani mengambil tanggung jawab ketika organisasi dan bangsa menghadapi situasi sulit.

Melalui kegiatan Widya Bhakti, para serdik juga diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual dan kemampuan manajerial. Seorang pemimpin juga dituntut memiliki hati nurani, keberanian moral, empati terhadap masyarakat, serta komitmen menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

“Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana kami tempatkan sebagai ruang untuk menguji kompas moral calon pemimpin BUMN. Di sini, serdik belajar bahwa jabatan bukan tempat mencari kenyamanan dan kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk berdiri paling depan ketika organisasi, masyarakat, dan negara membutuhkan keputusan yang berani,” ujar Komandan Batch I P3MD Angkatan Soedirman.

Dalam pembelajaran tersebut, sosok I Gusti Ngurah Rai juga diperkenalkan sebagai teladan yang memadukan konsep best mind dan best heart. Keteguhan membela bangsa dibarengi kemampuan berpikir strategis menjadi contoh bahwa pemimpin memerlukan kecerdasan sekaligus integritas.

Best mind dimaknai sebagai kemampuan menganalisis persoalan, membaca perubahan, mengelola risiko, menetapkan prioritas, dan menghasilkan keputusan yang efektif. Sementara best heart mencerminkan integritas, empati, keberanian moral, kerendahan hati, serta orientasi pada kepentingan bangsa dan masyarakat.

Panitia juga menekankan bahwa kecerdasan tanpa integritas berpotensi disalahgunakan, sedangkan niat baik tanpa kemampuan memimpin sulit menghasilkan perubahan nyata. Karena itu, calon pemimpin BUMN dinilai harus mampu menggabungkan keduanya.

Dalam kegiatan tersebut, para serdik memperoleh sembilan pembelajaran utama dari nilai-nilai Puputan Margarana, yakni karakter dan integritas, kepemimpinan yang memberi teladan di garis depan, komunikasi dan kemampuan beradaptasi, ketangguhan fisik serta mental, kecerdasan strategis, disiplin dalam manajemen dan eksekusi, tata kelola yang baik, orientasi pada pembangunan bangsa, serta kepemimpinan kolaboratif.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan bagi pemimpin BUMN yang mengelola aset negara, menjalankan pelayanan publik, serta menghadapi tantangan berupa perubahan teknologi, persaingan global, tekanan ekonomi, hingga tuntutan tata kelola yang semakin baik.

Selain menjadi sarana pembelajaran sejarah, Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana juga menjadi momentum refleksi bagi para peserta untuk memahami bahwa kepemimpinan merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa, bukan sekadar jabatan.

“Dari Margarana, serdik harus membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan sejarah. Mereka harus membawa pulang keberanian moral, keteguhan hati, kecerdasan strategis, dan janji pengabdian. Kelak ketika memimpin BUMN, mereka harus mampu membuktikan bahwa best mind digunakan untuk menghasilkan kinerja terbaik dan best heart digunakan untuk memastikan kinerja tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tegas Komandan Batch I P3MD Angkatan Soedirman.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap para peserta mampu membawa semangat perjuangan para pahlawan ke dalam praktik kepemimpinan modern. Nilai keberanian, integritas, dan pengabdian diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan pengelolaan BUMN sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:30
02:38
05:39
05:01
06:32
14:06

Viral