- tim tvone - aris wiyanto
Penemuan Gua Jaman Hindu-Budha, Diperkirakan untuk Bertapa atau Mediasi Penyucian Diri
Namun, sejak kapan gua itu berdiri pihaknya belum berani memastikan karena belum dilakukan penelitian secara mendalam. Selain itu, belum ditemukan adanya penemuan bekas aktivitas di gua tersebut. Kendati demikian, dari petunjuk gua itu sudah ada sejak jaman Hindu-Budha.
"Kalau dari konteksnya kita belum berani memastikan karena belum melihat temuan-temuan permukaan atau temuan di sekitarnya. Karena lantai gua yang biasanya menyimpan bekas-bekas aktivitas itu teruruk akibat erosi ataupun masuknya lumpur-lumpur tertentu," ujarnya.
Sementara, terkait bahwa gua itu direncanakan menjadi cagar budaya menurutnya hal itu adalah ranah dari Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam hal ini Dinas Kebudayaan.
"Kalau kami dari para peneliti sebatas mencari informasi dalam artian data ilmiahnya berkenaan gua kapan (berdiri), fungsinya apa dan sebagainya. Tapi, sekali lagi baru sebatas kunjungan awal, belum ada tindak lanjut untuk penelitian mendalam baru sebatas observasi berapa ukuran gua dan sebagainya, itu saja," jelasnya.
Menurutnya, untuk kedepannya terkait penelitian gua tersebut tergantung dari pihak Pemda Kabupaten Tabanan, karena hal itu seusai dengan Undang-undang budaya dan yang mempunyai kewenangan tindak lanjut tentu pihak Pemkab Tabanan.
"Dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan masyarakat selaku pemilik karena sekarang pemerintah itu sebatas regulator yang mempunyai itu bagaimana berbasis masyarakat," ujarnya.
Ia juga berharap, dengan adanya penemuan gua itu adalah salah satu peninggalan yang langka dan di sekitarnya didukung beberapa tempat-tempat suci.
"Tentu di sini perlu untuk mengungkap lebih lanjut dan yang terpenting bagaimana melestarikan bangunan itu dan pemantapannya sesuai kebutuhan masyarakat dan juga peluangnya seperti apa. Itu gua bagian dari tempat suci karena gua tidak berdiri sendiri," kata dia.
"Konteksnya di sebelahnya ada bangunan-bangunan suci sekarang. Bangunan Pura Penirtaan karena ada keberadaan sumber mata air dan banyak di sekitarnya. Itu daerah pertemuan sungai dan daerah-daerah yang dianggap suci. Ada vibrasi positif di daerah pertemuan sungai," ujarnya.
Sebelumnya gua tersebut, ditemukan di pekarangan rumah warga bernama I Ketut Nada pada Bulan Maret 2022 lalu. Saat itu, rencananya akan membangun kamar mandi dan saat melakukan penataan ada tanah yang amblas dan ditemukan lubang di bawah tanah dan ada empat relung atau ceruk.