news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

CEO Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi..
Sumber :
  • Antara

CEO Maskapai Dikumpulkan Menhub, Pembentukan State Safety Program Dinilai Mendesak

Maskapai penerbangan menyambut positif penandatanganan komitmen bersama terkait peningkatan standar keselamatan dalam acara CEO Safety Meeting 2026, yang digagas Kementerian Perhubungan pada Rabu 25 Februari 2026. 
Jumat, 27 Februari 2026 - 11:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Maskapai penerbangan menyambut positif penandatanganan komitmen bersama terkait peningkatan standar keselamatan dalam acara CEO Safety Meeting 2026, yang digagas Kementerian Perhubungan pada Rabu 25 Februari 2026. 

"Ini inisiatif yang baik dari Kementerian Perhubungan untuk mengumpulkan CEO-CEO Maskapai. Semua CEO menandatangani komitmen menjaga keselamatan penerbangan di masing masing perusahaanya," ujar CEO Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi.

Daniel yang hadir dan salah satu CEO Maskapai yang memberikan materi dalam forum itu mengatakan, selain menyambut baik komitmen bersama menjaga keselamatan penerbangan, pihak maskapai yang hadir juga mengusulkan agar pemerintah segera merealisasikan pembentukan unit State Safety Program (SSP) atau program keselamatan nasional.

Menurut Daniel, sebaiknya SSP dipimpin unit khusus, minimal setingkat Eselon II di lingkungan Kemenhub yang diharapkan memiliki kewenangan independen untuk melakukan pengawasan terintegrasi.

Menurut dia, hal ini sejalan dengan program keselamatan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan regulasi ICAO Annex 19, "Karena bukan hanya bertugas mengevaluasi pihak operasional penerbangan, tapi juga memastikan regulasi internal kemenhub mematuhi standar keselamatan global, seperti ICAO, FAA, dan EASA."

Daniel menilai, harus ada unit yang berani mengawasi ke dalam dan ke luar; memastikan bahwa regulasi penerbangan di Indonesia comply dengan aturan dunia. 

"Ini agar sejarah buruk penerbangan kita yang pernah banned selama 11 tahun oleh EASA dan masuk kategori II FAA tidak terulang,” katanya.

Daniel menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki dan memperkuat keselamatan penerbangan di Indonesia, terutama agar pada awal tahun tidak kembali terjadi banyak insiden penerbangan.

Menurut Daniel, inisiatif Kementerian Perhubungan yang mengumpulkan para CEO maskapai merupakan langkah positif. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pimpinan maskapai menandatangani komitmen untuk menjaga dan meningkatkan standar keselamatan di masing-masing perusahaan.

“Tidak ada maskapai yang ingin celaka dan mengalami kerugian. Ketika berbicara soal keselamatan, program yang dijalankan harus selaras dan konsisten,” ujar Daniel.

Ia menegaskan, Lion Group sejak awal menunjukkan komitmen terhadap aspek keselamatan, terlepas dari sejumlah persoalan yang sempat menjadi perhatian publik. Bahkan dalam setiap kasus yang viral, pihaknya tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Daniel menyebut, keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama dalam ekosistem penerbangan, yang melibatkan empat pilar utama, yakni maskapai, regulator, pengelola bandara, dan penyedia layanan navigasi penerbangan. Keempat unsur tersebut harus bersinergi untuk menjamin keselamatan operasional.

Ia menjelaskan, terdapat tiga pilar utama dalam sistem keselamatan yang harus dijalankan. Pertama, kebijakan keselamatan (safety policy), di mana seluruh direktur utama dan pemilik perusahaan wajib menandatangani komitmen menjalankan perusahaan secara aman. Kedua, manajemen risiko (risk management) untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi berbagai potensi risiko. Ketiga, jaminan keselamatan (safety assurance), dengan mendorong para direktur keselamatan bekerja secara proaktif bahkan prediktif sebelum insiden terjadi.

“Kita harus proaktif sampai prediktif. Kalau ini tidak dilakukan, bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” katanya.

Daniel menambahkan, respons seluruh maskapai terhadap penguatan komitmen keselamatan sangat positif. Ia menekankan bahwa regulasi dalam ekosistem penerbangan pada dasarnya dibuat untuk menjamin keselamatan dan keamanan.

Dengan sekitar 1.000 penerbangan setiap hari di bawah Lion Group, Daniel mengakui pengawasan keselamatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Ia memastikan manajemen tidak akan mentoleransi kelalaian di lapangan.

“Dengan safety management system yang baik, saling mengingatkan antara regulator, bandara, maskapai, dan navigasi, tujuan kita adalah mendapatkan jaminan keselamatan penerbangan di Indonesia,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan penerbangan adalah prioritas strategis pemerintah, bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga merupakan mandat negara.

Menurut Menhub Dudy dalam kerangka Asta Cita Kabinet Merah Putih, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maju, berdaulat, berdaya saing, dengan konektivitas nasional yang kuat, logistik yang efisien, serta pelayanan publik yang andal dan berkualitas. Sektor transportasi, termasuk penerbangan di dalamnya, memegang peranan sentral untuk mewujudkan agenda tersebut.

Menhub menekankan, tanpa keselamatan maka tidak akan ada konektivitas, pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan publik. Artinya, keselamatan adalah fondasi pembangunan nasional. Jika keselamatan terganggu, maka distribusi logistik, pariwisata, investasi akan ikut terganggu serta reputasi Indonesia di mata dunia turut terdampak.

"Karena itu, keselamatan penerbangan adalah bagian dari strategi besar pembangunan bangsa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama industri penerbangan nasional," kata Menhub dalam keterangan tertulis.

Sistem keselamatan juga menjadi salah satu wujud reputasi negara dalam keselamatan transportasi. Industri penerbangan adalah simbol teknologi, profesionalisme, dan standar keselamatan tinggi. Karena itu, keselamatan penerbangan tidak boleh dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan sebagai isu strategis yang menyangkut kredibilitas bangsa.

"Keselamatan bukan sekedar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab hukum. Setiap kebijakan perusahaan harus berpijak pada prinsip bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Menhub Dudy.

Penegasan ini menjadi bagian dari langkah penguatan sistem keselamatan penerbangan sekaligus persiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.

Menhub mengingatkan, dalam waktu dekat akan terjadi peningkatan pergerakan penumpang dan frekuensi penerbangan saat musim puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Menhub meminta maskapai tidak menurunkan standar keselamatan. Pemeriksaan kelaikudaraan, kesiapan awak pesawat, dokumen teknis, prosedur operasional, hingga aspek human factor harus dipastikan memenuhi standar.

"Saat Lebaran nanti, tekanan operasional akan meningkat. Di titik inilah disiplin keselamatan diuji, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan dalam menghadapi peak season. Ramp check harus dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan tanpa toleransi terhadap penyimpangan. Saya meminta para CEO untuk tidak melihat ramp check sebagai beban, melainkan sebagai mekanisme perlindungan bersama," tegas Menhub Dudy.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral