- tvOnenews.com/Rizki Amana
Banjir Kepung Tangsel di 21 Titik, Pemkot Minta Maaf dan Janji Benahi Drainase
Tangerang Selatan, tvOnenews.com - Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (4/4/2026) siang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga Minggu (5/4/2026) tercatat sedikitnya 21 titik banjir tersebar di kawasan Pamulang, Ciputat, Serpong, hingga Setu.
Banjir dipicu oleh luapan kali serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat mewakili Wali Kota Benyamin Davnie.
“Atas nama Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat. Kami sangat menyadari betapa berat beban yang dirasakan warga saat rumah dan akses jalannya terendam,” ujar Asep dilansir Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota telah mengerahkan seluruh jajaran untuk menangani dampak banjir, mulai dari evakuasi hingga penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Bapak Wali Kota telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD teknis, terutama DSDABMBK dan BPBD, untuk bekerja tanpa henti di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan air segera surut dan logistik tersalurkan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asep mengakui bahwa tingginya intensitas hujan membuat kapasitas drainase dan aliran sungai terlampaui.
Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh tengah dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami sedang bekerja keras melakukan evaluasi. Ke depan tidak hanya normalisasi drainase dan pengerukan tandon, tetapi juga percepatan pembangunan tanggul permanen di wilayah rawan banjir,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan penanganan banjir sebagai prioritas utama, termasuk memperkuat infrastruktur agar lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
Di akhir pernyataannya, Asep mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan call center 112 jika membutuhkan bantuan.
“Kami memohon doa dan kerja sama dari seluruh masyarakat agar upaya penanganan ini berjalan maksimal,” pungkasnya.