news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo diiringi Menko Pangan Zulhas, Mentan Amran, dan petani saat mencoba alsintan di tengah sawah..
Sumber :
  • Dok. Kementan

Harga Gabah Naik, Petani di Majalengka Semakin Sejahtera

Kesejahteraan petani di era pemerintahan Presiden Prabowo semakin membaik. Hal itu terlihat dari kenaikan harga gabah yang diterima petani.
Selasa, 28 April 2026 - 19:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kesejahteraan petani di era pemerintahan Presiden Prabowo semakin membaik. Hal itu terlihat dari kenaikan harga gabah yang diterima petani. Kenaikan ini seperti dirasakan oleh Fachrudin, petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

"Kalau di sini harga gabah basah sehabis di-combine sekitar Rp 660.000- 680.000 per kwintal. Kalau gabah kering bisa Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per kwintal," kata Ketua Kelompok Tani Hujung ini. 

Ia mengaku harga gabah di era Prabowo lebih tinggi dibanding sebelumnya. Terlebih pada musim penghujan.

"Sebelum Prabowo, ya di bawah Rp 650.000/kwintal, dapat Rp 500.000 itu udah paling bagus. Saya aja kalau musim penghujan paling tinggi Rp 470.000-480.000 per kwintal," terangnya. 

Tak hanya itu, Fachrudin juga menyebut distribusi pupuk subsidi jauh lebih lancar dan murah saat ini. Kemudahan ini membuat petani seperti dirinya tak perlu antre dan kebingungan saat musim tanam. 

"Lebih lancar, harga lebih murah, dan nggak ribet sekarang. Dulu sampai antre dan bikin surat-surat, sekarang mah lebih enteng," ujarnya. 

Menurutnya, dengan fasilitasi pupuk subsidi yang lancar seperti itu produksi padi miliknya stabil dan tanpa kendala. Bahkan, kini ada peningkatan pendapatan. 

"Produksi padi hampir sama, stabil, dan rata, Pak. Tapi kalau penghasilan dari segi uang lebih banyak sekarang, karena ada peningkatan harga (gabah)," jelas Fachrudin. 

Oleh karena itu, dia menyatakan kesejahteraan petani kini bisa dikatakan lebih baik. Meskipun ada inflasi, tapi setidaknya kehidupan sehari-hari relatif lebih baik.

"Alhamdulillah lebih baik, Pak. Cuma mungkin karena ada geger perang atau gimana, sehingga ada kenaikan harga. Kalau seandainya tidak ada perang itu pasti banyak petani yang membangun atau rehab rumah di kampung, dijamin tah," pungkasnya.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:12
01:37
03:36
02:04
05:17

Viral