news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Tim tvOne/Denden Ahdani

Reaksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Saluran Irigasi di Tasikmalaya Kering 16 Tahun Buat Warga Menjerit

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi jeritan warga Tanjungjaya, Tasikmalaya. Ia menjamin Pemprov Jabar memperbaiki saluran irigasi Ciramajaya.
Rabu, 29 April 2026 - 18:53 WIB
Reporter:
Editor :

Tasikmalaya, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyikapi permasalahan saluran irigasi Ciramajaya di Tasikmalaya. Persoalan ini telah terjadi selama belasan tahun.

Dedi Mulyadi mendengar keluhan dari warga Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya menjerit. Mereka hingga petani tak dapat memanfaatkan lahan secara produktif selama kurang lebih 16 tahun.

Dedi Mulyadi memahami jeritan warga sekitar. Menurutnya, Pemprov Jabar menilai persoalan saluran irigasi tanpa air di wilayah Tasikmalaya karena terganggunya aliran sungai.

KDM sapaan akrabnya menjawab keluhan ini. Ia menegaskan bahwa, Pemprov Jabar siap memperbaiki sistem pengairan baik di jalur irigasi dari saluran primer ke sekunder.

"Teman-teman di Tasikmalaya terdapat masalah irigasi, saluran primer dan sekunder, kita berkomitmen untuk menyelesaikan masalah irigasi," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya melalui Instagram pribadinya, Rabu (29/4/2026).

Permintaan Dedi Mulyadi Sebelum Pemprov Jabar Benahi Saluran Irigasi Ciramajaya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa, pemerintah provinsi tidak ingin permasalahan ini berlarut-larut. Aliran irigasi menjadi bagian faktor penting untuk membantu kebutuhan warga.

Namun begitu, KDM mengingatkan sebelum Pemprov Jabar melakukan upaya tersebut, setidaknya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya melakukan arahannya.

Mantan Bupati Purwakarta ini menginginkan bangunan yang potensi menghambat fungsi aliran sungai ditertibkan segera mungkin. Setidaknya mengarah di Sempadan Sungai.

KDM meminta Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sobari Al Ayubi membongkar bangunan di kawasan lindung di kiri dan kanan tepi sungai tersebut. Tujuannya melancarkan perbaikan aliran di saluran irigasi Ciramajaya.

"Tetapi rumah-rumah yang dibangun di sempadan sungai dan mengakibatkan sungai tidak berfungsi, mohon untuk dibongkar," tegasnya.

Alasan Besar KDM Ingin Penertiban Bangunan di Sempadan Sungai

KDM menyampaikan alasannya memperintahkan pembongkaran bangunan di pinggir irigasi. Baginya, permasalahan yang sering terjadi diduga mengakibatkan ketidakfungsian aliran sungai.

Mantan Bupati Purwakarta ini mencontohkan permasalahan terjadi di saluran irigasi di Kabupaten Tasikmalaya tersebut. Ia memahami selama belasan tahun tidak memberikan air.

Akan tetapi, kata dia, permasalahan ini akibat penyempitan aliran air. Pendistribusian air untuk memenuhi kebutuhan pun tidak berjalan optimal terutama ke lahan pertanian.

Ia menambahkan, penyumbatan sistem pengairan rentan menimbulkan berbagai masalah lebih besar. Ia mencontohkan dampak yang sering terjadi yakni bencana banjir hingga kerusakan lingkungan.

"Karena bagaimana pun problem dari pengairan di kita adalah banyaknya rumah yang dibangun di sepadan sungai, bahkan mengambil tanah sungai," terangnya.

Lebih lanjut, Gubernur Jabar tersebut menegaskan penataan kawasan sempadan sungai sangat penting. Menurutnya, hal ini sebagai langkah mengembalikan fungsi sungai.

Ia tentu mendukung jalur aliran air kembali optimal khususnya di saluran irigasi Ciramajaya. Selain itu, penertiban ini menjadi upaya dukungan keberlanjutan sistem irigasi di Tasikmalaya.

Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi mengungkap komitmen lain difokuskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Ia berharap berbagai persoalan di Jawa Barat tuntas.

Ia menuturkan persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, listrik masyarakat, perumahan pemukiman, Penerangan Jalan Umum (JPU), penanganan bencana.

KDM menambahkan, persoalan yang terjadi di sektor kelautan, industri hingga aspek lainnya juga menjadi fokus utama. Ia optimis Pemprov Jabar siap mengelolanya dengan baik.

"Berdasarkan kemampuan yang kami miliki," lanjutnya.

Selain infrastruktur, Dedi Mulyadi mengungkap sejumlah aspek sebagai prioritas Pemprov Jabar. Ia menyebut hal ini menyasar pada kesehatan dan pendidikan.

Awal Mula Saluran Irigasi Ciramajaya Tanpa Air Disorot

Saluran irigasi Ciramajaya di Tasikmalaya
Sumber :
  • Instagram/@asepsopariofficial

Sebelumnya, para petani di Tanjungjaya, Tasikmalaya menyampaikan jeritannya. Mereka sulit memanfaatkan lahan secara produktif selama lebih kurang 16 tahun.

Penyebab utamanya karena aliran dari irigasi Ciramajaya tidak sampai ke ladang. Akibat tidak mengalirkan air berdampak pada perekonomian mereka.

Warga Tanjungjaya berkali-kali mendesak pemerintah. Pemda Tasikmalaya diharapkan merevitalisasi irigasi Ciramajaya.

Warga sekitar mengaku sempat mendapat bantuan. Namun pembangunan dari pemerintah belum sampai ke hilir.

Jeritan ini langsung mendapat respons dari pemerintah setempat. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi langsung meninjau irigasi Ciramajaya untuk meredakan kegelisahan warga.

Beberapa pejabat hingga tokoh masyarakat yang mendampingi Asep, antara lain Camat Tanjungjaya hingga perwakilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sumberdaya Air Provinsi Jabar.

"Kondisinya memang mengkhawatirkan. Besi pada pintu-pintu air juga sudah berkarat. Irigasinya memang kering, tidak ada air setete pun. Ini intinya masalah kemanfaatan, bahwa ada fasilitas negara yang terabaikan," ucap Asep.

Wakil Bupati Tasikmalaya itu juga mengaku malu. Hal ini sebagai menyikapi slogan "Rehab Tuntas" yang harus berjalan dengan baik.

"Kalau sudah berjanji tentunya harus menepati. Saya tidak mau slogan ‘Rehab Tuntas’ itu hanya omon-omon. Pak Prabowo juga bilang jangan omon-omon, harus dikerjakan!," ujar Asep dengan tegas.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral