news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gus Miftah (kiri ke-3) dan Gus Ipang Wahid (kiri ke-4).
Sumber :
  • Istimewa

Gus Ipang: Dakwah Harus Mampu Hadir di Ruang Digital

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dinilai telah mengubah wajah dakwah dan komunikasi publik secara total.
Minggu, 17 Mei 2026 - 03:38 WIB
Reporter:
Editor :

Cirebon, tvOnenews.com - Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dinilai telah mengubah wajah dakwah dan komunikasi publik secara total. 

Jika dulu dakwah bertumpu pada mimbar dan panggung, hari ini perhatian masyarakat lebih banyak berada di layar handphone.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipang Wahid dalam kegiatan PMKNU Cirebon bersama KH Imam Jazuli dan Gus Miftah yang turut menjadi bagian dari forum kaderisasi kepemimpinan NU tersebut.

Gus Ipang mengatakan generasi muda saat ini hidup pada era algoritma dengan media sosial, short video, podcast, hingga artificial intelligence (AI) sangat mempengaruhi cara berpikir, interaksi, hingga membentuk opini.

"Dunia ke depan akan bersandar pada media yang ada dalam genggaman tangan. Karena itu santri harus menguasai media dan komunikasi digital," kata Gus Ipang, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan data BPS dan APJII, penetrasi internet Indonesia pada 2025 telah mencapai lebih dari 80 persen populasi, dengan dominasi terbesar berasal dari Generasi Z dan milenial.

Sebagian besar masyarakat juga mengakses internet melalui smartphone.

Gus Ipang menilai kondisi tersebut membuat dakwah masa depan harus mampu hadir di ruang-ruang digital yang digunakan generasi muda sehari-hari.

"Kalau anak muda hari ini hidupnya di TikTok, Instagram, YouTube, podcast, dan short video, maka dakwah juga harus hadir di sana," katanya.

Ia juga menyoroti tantangan baru era digital seperti post-truth, echo chamber, deep fake, hingga manipulasi informasi berbasis algoritma yang dapat mempengaruhi persepsi publik secara masif.

Menurutnya santri tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial tetapi harus mampu menjadi produsen narasi dan konten yang sehat, positif, dan mencerahkan.

"Jangan sampai santri hanya jadi penonton di era digital. Santri harus jadi kreator, komunikator, sekaligus penjaga nilai di tengah banjir informasi," ujarnya.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral