news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Siswa Jabar Resah Nama Sekolahnya Bakal Diganti Jadi SMA Maung, KDM Beri Jawaban Menohok Sambil Tertawa

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh gelombang penolakan dari sejumlah siswa terkait program 'SMA Maung' yang digulirkan oleh Kang Dedi Mulyadi KDM
Minggu, 17 Mei 2026 - 19:42 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh gelombang penolakan dari sejumlah siswa terkait program 'SMA Maung' yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Kang Barat Dedi Mulyadi (KDM).

Para siswa secara terang-terangan mengaku kurang sreg dan tidak setuju jika sekolah mereka disematkan julukan tersebut.

Keresahan ini salah satunya tergambar dalam sebuah video viral yang diunggah di platform TikTok.

Klarifikasi Dedi Mulyadi soal Sekolah Maung
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71

Dalam video tersebut, sejumlah siswa dari SMA 5 Bandung blak-blakan menyuarakan isi kepala mereka.

Ada yang merasa khawatir jika identitas dan nama besar sekolah mereka yang sudah telanjur ikonik bakal tergerus.

Bahkan, ada pula siswa yang menilai penyebutan nama 'Maung' untuk institusi pendidikan terasa sangat menggelikan dan janggal saat diucapkan sehari-hari.

"Aneh pas saat nyebut aja sih Om. Jadi misalkan dari SMA mana?, Maung 5 gitu, kan jadi aneh," kata salah satu siswa.

Senada dengan rekannya, siswa lain juga menyayangkan jika kebijakan ini nantinya justru melenyapkan nilai sejarah dari nama-nama sekolah yang sudah melegenda dan dikenal luas oleh masyarakat.

Melihat riuh rendah penolakan tersebut di media sosial, Kang Dedi Mulyadi (KDM) langsung pasang badan dan memberikan respons cepat.

Pria yang akrab disapa KDM ini mencoba meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di kalangan pelajar tersebut.

Alasan Guru dan Akademisi Dukung Sekolah Maung, Terobosan Gubernur Dedi Mulyadi itu Dinilai Positif: Angkat Budaya Jawa Barat
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Sambil tersenyum teduh, Dedi menjelaskan secara rinci bahwa 'SMA Maung' yang dimaksud Pemprov Jabar sejatinya hanyalah sebuah istilah program, bukan kebijakan untuk mengubah nomenklatur atau penamaan resmi sekolah.

"Buat adikku yang ganteng-ganteng, yang pinter-pinter, SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan. Maung itu Manusia Unggul. Artinya, pengganti dari kalimat favorit," kata Dedi Mulyadi melalui akun media sosialnya, Minggu (17/5/2026).

Mantan Bupati Purwakarta ini membeberkan bahwa istilah sekolah favorit selama ini identik dengan penyaringan siswa lewat jalur akademik semata.

Nah, melalui konsep Maung alias Manusia Unggul ini, pemerintah ingin memperluas wadah bagi siswa berprestasi di bidang lain, mulai dari seni, olahraga, hingga industri kreatif.

"Karena manusia unggul tuh bukan hanya akademik saja, non-akademik juga merupakan keunggulan. Dia menjadi pemain sepak bola handal, itu juga unggul. Manusia unggul itu," kata KDM.

Oleh karena itu, Dedi mengimbau para siswa untuk tidak perlu cemas. Ia menjamin nama-nama beken sekolah di Jawa Barat tidak akan diotak-atik dan tetap sakral seperti sediakala.

Jadi, bagi para alumni maupun siswa aktif SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung, SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, hingga SMA Negeri 1 Indramayu, nama sekolah mereka dipastikan tidak akan berubah selembar kain pun.

"Nanti tidak ada perubahan istilah, SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, enggak ada istilah begitu," kata KDM sembari tertawa.

"Sekolahnya tetap seperti dulu, SMA 1, SMA 3, SMA 1 Kabupaten Bogor, SMA mana, di seluruh Provinsi Jawa Barat sama namanya ya," kata Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, tokoh publik Jawa Barat ini memaparkan bahwa predikat 'Maung' atau manusia unggul ini tidak akan dimonopoli oleh sekolah-sekolah yang selama ini dicap sebagai sekolah elit atau favorit saja.

Semangat dari program ini adalah melahirkan generasi emas dari sudut sekolah mana pun di Jawa Barat, tanpa memandang kasta sekolah tersebut.

"Kalimat Maung itu kalimat istilah, itu disebutnya sekolah-sekolah unggul, manusia unggul. Jadilah manusia unggul, dan tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorit," kata KDM.

"Sekolah yang tidak dianggap favorit pun akan lahir manusia-manusia unggul, sesuai dengan kualifikasinya. Terima kasih Dek, salam ya, tetap semangat," tutup Dedi Mulyadi merespons tanggapan siswa tersebut.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:06
02:06
05:01
05:14
03:43
03:22

Viral