KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).
Ribuan warga memadati jalur kirab sejak titik awal di Taman Kiara Artha Park hingga berakhir di Gedung Sate.
Acara budaya tersebut menjadi sorotan karena menghadirkan berbagai pertunjukan seni dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, ditambah 11 penampilan dari daerah lain di Indonesia.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Tari Saman dari Aceh yang sukses memukau masyarakat Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menjadi pusat perhatian saat menunggangi kuda putih untuk mengawal Mahkota Binokasih menuju Gedung Sate.
Sepanjang perjalanan, pria yang akrab disapa KDM itu tampak menyapa warga yang memadati lokasi acara.
- ANTARA/Ricky Prayoga
Kirab budaya tersebut turut dihadiri Raja Karaton Sumedang Larang, Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Barat.
Meski acara berlangsung meriah, KDM tiba-tiba menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jawa Barat usai kegiatan berlangsung.
Permintaan maaf itu disampaikan melalui media sosial pribadinya.
“Tadi malam Kirab Mahkota Binokasih napak tilas Padjajaran Bandung menjadi lautan pecinta budaya,” ujar KDM.
Ia mengaku tak mampu menghitung jumlah masyarakat yang hadir karena seluruh jalur kirab dipenuhi warga.
“Saya tidak bisa mengatakan berapa jumlah yang hadir, karena saya nggak bisa ngitung, tiga kilometer tidak ada sejengkal tanah pun yang kosong dari warga. Ada warga Bandung dan warga Jabar, ada warga Indonesia dan bisa jadi ada warga dunia yang berkumpul,” lanjutnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa budaya Sunda masih memiliki tempat besar di hati masyarakat.
Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan semangat untuk kembali pada jati diri budaya.
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Namun di tengah euforia acara, KDM menyadari ada aktivitas masyarakat yang terganggu akibat padatnya kirab budaya tersebut.
“Saya mohon maaf pasti ada yang terganggu lalu lintasnya, terganggu aktivitasnya,” ucapnya.
Meski demikian, KDM menilai kegiatan budaya tersebut juga membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi di Bandung.
Load more