- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Awalnya KDM Marahi Kepala Sekolah Ini karena Jorok, Ujung-ujungnya Dikasih Rp80 juta hingga Alat Berat
Kekesalan KDM semakin membuncah saat melihat kondisi bangunan sekolah yang tampak kusam dan tidak terawat di beberapa sudut.
"Sekolahnya lama enggak dicat ya? Tuh, ini enggak pernah dibersihkan ke sini. Tuh, lihat. Waduh, bapak kepala sekolah. Iya. Gimana, Pak? Ngurus sekolah begini, Pak," keluh KDM saat kepala sekolah tiba.
Menanggapi teguran gubernur, Kepala Sekolah SMKN 2 Subang berkilah bahwa pembenahan bangunan tersebut sudah masuk dalam agenda kerja. "Ya, sedang kita rencanakan, Bapak," jawab kepala sekolah.
Mendengar jawaban tersebut, KDM langsung memotong dan menegaskan bahwa masalah kebersihan tidak memerlukan birokrasi dan perencanaan yang berbelit-belit, melainkan eksekusi langsung di lapangan dengan menggerakkan potensi yang ada.
"Enggak, bukan direncanakan, dikerjakan, Pak. Siap. Siap. Bersih-bersih enggak usah pakai rencana. Siap. Anak-anak suruh bawa dari rumah bawa parang, bawa arit, bawa cangkul sehari itu beresin sekolah. Berapa jumlah siswanya? 2.300. Iya, 2.300, Pak. 6 jam selesai, 4 jam selesai," ujar KDM memberikan solusi taktis.
- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Guyur Bantuan Rp80 Juta hingga Alat Praktik Beko dan Mesin CNC
Meski sempat memarahi pihak manajemen sekolah karena dinilai kurang kreatif dan jorok, KDM membuktikan kepeduliannya yang tinggi terhadap dunia pendidikan kejuruan.
Guna mempercepat perbaikan fasilitas, ia langsung mengucurkan bantuan dana segar secara spontan.
"Yang kedua ini kan belum dicat ya. Belum sudah ya. Saya kasih R30 juta untuk ngecatnya. Saya kasih Rp80 juta hari ini. Minta nomor rekening sekolahnya. Nomor rekening sekolahnya saya kasih. Nanti sekolahnya dicat putih kelihatan rapi, bersih," perintah KDM.
Tak berhenti di situ, mantan Bupati Purwakarta ini juga menanyakan langsung kebutuhan fasilitas penunjang praktik yang paling mendesak bagi para siswa.
Pihak sekolah lantas mengutarakan kebutuhan akan alat berat jenis beko (eksavator) serta mesin CNC (Computer Numerical Control) untuk menunjang kompetisi teknik pemesinan, termasuk untuk pembuatan alat pengolah sampah.
"Bapak butuh apa? Saya nanya. Beko atau ekskavator untuk praktik. Untuk praktik sama beko jelek. Enggak apa-apa, Pak. Yang penting anak-anak artinya praktik. Sudah besok saya kirim beko," jawab KDM yang langsung disambut rasa syukur pihak sekolah.