news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tegur kepala sekolah SMKN 2 Subang karena kondisi lingkungan tempat belajar yang tak terawat.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Awalnya KDM Marahi Kepala Sekolah Ini karena Jorok, Ujung-ujungnya Dikasih Rp80 juta hingga Alat Berat

Alih-alih ingin disambut dengan karpet merah dan protokol mewah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), justru menolak
Jumat, 29 Mei 2026 - 15:21 WIB
Reporter:
Editor :

 

tvOnenews.com – Alih-alih ingin disambut dengan karpet merah dan protokol mewah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), justru menolak keras penyambutan yang berlebihan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK Negeri 2 Subang.

Orang nomor satu di Jawa Barat tersebut dengan kesederhanaannya meminta pihak sekolah menghentikan seremonial formal.

"Gak usah disambut. Disambutnya oleh lingkungan yang bersih. Enggak usah dihormat-hormat. Cara menghormati Gubernur Jawa Barat adalah sekolahnya bersih. Itu cara menghormati," tegas Dedi Mulyadi di lokasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sidak ke SMKN 2 Subang
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

KDM menambahkan bahwa kedatangan dirinya bukan untuk melihat barisan formalitas, melainkan fakta kebersihan di lapangan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sidak ke SMKN 2 Subang
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

"Walaupun ngebaris, nghormat saya, lingkungannya bersih, saya tidak dihormati. Ya," tambahnya mengingatkan para guru.

Dalam sidak tersebut, KDM langsung bergerak menyambangi para siswa di salah satu ruang kelas. Ia sengaja melihat kondisi dari area belakang kelas guna mengecek langsung tingkat higienitas tempat belajar mengajar.

"Ini kelas berapa? 10. Kelas 10. Lagi pelajaran apa? Pelajaran dasar kejuruan. Oh, dasar kejuruan. Coba dicek deh belakang kelasnya kotor enggak? Sini dicek dulu. Ini," cetus KDM sembari menunjuk sudut yang kotor.

Melihat kondisi lingkungan yang kurang terawat, KDM langsung mencari keberadaan pimpinan sekolah tersebut.

Berdasarkan keterangan guru yang mendampingi, sang Kepala Sekolah yang diketahui bernama Pak Deden sedang berada di alun-alun dan langsung bergegas menuju lokasi sekolah.

Sembari menunggu, KDM meminta para guru dan siswa untuk langsung bergerak membersihkan tumpukan sampah yang ditemukan di sekitar area sekolah.

"Tuh, Pak. Tuh, tuh. Ini masih ada. Ini baru sampah nih. Angkat dong. Ini sampah baru masih buang sampah di sini tuh," pinta KDM kepada sejumlah guru yang mendampingi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sidak ke SMKN 2 Subang
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Ia juga menyempatkan diri memberikan motivasi kepada para siswi yang diproyeksikan akan magang atau melanjutkan studi ke luar negeri agar mulai menanamkan budaya resik sejak dini.

"Ayo, Neng. Ayo. Kamu sekolah di Jepang nanti terbiasa dengan budaya di sini," imbuh KDM menyemangati.

Kekesalan KDM semakin membuncah saat melihat kondisi bangunan sekolah yang tampak kusam dan tidak terawat di beberapa sudut.

"Sekolahnya lama enggak dicat ya? Tuh, ini enggak pernah dibersihkan ke sini. Tuh, lihat. Waduh, bapak kepala sekolah. Iya. Gimana, Pak? Ngurus sekolah begini, Pak," keluh KDM saat kepala sekolah tiba.

Menanggapi teguran gubernur, Kepala Sekolah SMKN 2 Subang berkilah bahwa pembenahan bangunan tersebut sudah masuk dalam agenda kerja. "Ya, sedang kita rencanakan, Bapak," jawab kepala sekolah.

Mendengar jawaban tersebut, KDM langsung memotong dan menegaskan bahwa masalah kebersihan tidak memerlukan birokrasi dan perencanaan yang berbelit-belit, melainkan eksekusi langsung di lapangan dengan menggerakkan potensi yang ada.

"Enggak, bukan direncanakan, dikerjakan, Pak. Siap. Siap. Bersih-bersih enggak usah pakai rencana. Siap. Anak-anak suruh bawa dari rumah bawa parang, bawa arit, bawa cangkul sehari itu beresin sekolah. Berapa jumlah siswanya? 2.300. Iya, 2.300, Pak. 6 jam selesai, 4 jam selesai," ujar KDM memberikan solusi taktis.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sidak ke SMKN 2 Subang
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Guyur Bantuan Rp80 Juta hingga Alat Praktik Beko dan Mesin CNC

Meski sempat memarahi pihak manajemen sekolah karena dinilai kurang kreatif dan jorok, KDM membuktikan kepeduliannya yang tinggi terhadap dunia pendidikan kejuruan.

Guna mempercepat perbaikan fasilitas, ia langsung mengucurkan bantuan dana segar secara spontan.

"Yang kedua ini kan belum dicat ya. Belum sudah ya. Saya kasih R30 juta untuk ngecatnya. Saya kasih Rp80 juta hari ini. Minta nomor rekening sekolahnya. Nomor rekening sekolahnya saya kasih. Nanti sekolahnya dicat putih kelihatan rapi, bersih," perintah KDM.

Tak berhenti di situ, mantan Bupati Purwakarta ini juga menanyakan langsung kebutuhan fasilitas penunjang praktik yang paling mendesak bagi para siswa.

Pihak sekolah lantas mengutarakan kebutuhan akan alat berat jenis beko (eksavator) serta mesin CNC (Computer Numerical Control) untuk menunjang kompetisi teknik pemesinan, termasuk untuk pembuatan alat pengolah sampah.

"Bapak butuh apa? Saya nanya. Beko atau ekskavator untuk praktik. Untuk praktik sama beko jelek. Enggak apa-apa, Pak. Yang penting anak-anak artinya praktik. Sudah besok saya kirim beko," jawab KDM yang langsung disambut rasa syukur pihak sekolah.

Spontan, KDM langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang di ujung telepon untuk mengirimkan unit alat berat ke lokasi sekolah.

"Kirim beko yang sudah tidak dipakai yang ukuran besar atau kecil ke SMK 2 Subang ya," ucap KDM dalam sambungan telepon tersebut.

Menutup sidaknya, KDM menginstruksikan kepala sekolah untuk mengkalkulasi total kebutuhan pemasangan paving block dari area dalam hingga gerbang depan sekolah untuk kemudian dibantu kekurangannya menggunakan dana talangan di luar dana BOS.

Ia juga menyentil kerusakan logo jurusan yang terkesan dibiarkan rusak menahun bukan karena faktor anggaran, melainkan murni akibat kurangnya kreativitas manajemen sekolah.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral