news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi menuju Kampung Tobati Papua.
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Warga Jabar Harap Waspada, KDM Siapkan Mitigasi Kemarau Ekstrem Agustus-September 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bergerak taktis memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Persampahan Serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Wilayah
Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:01 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bergerak taktis memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Persampahan Serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Wilayah Jawa Barat Tahun 2026.

Pertemuan krusial berskala besar ini digelar langsung di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) pada Kamis (4/6/2026).

Rakor strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani guna memaparkan data serta informasi terkini.

Atasi Elnino Godzila dan Sampah di Jabar, KDM Pimpin Rakor dengan TNI dan BMKG
Sumber :
  • Humas Jabar

Agenda penting ini juga diikuti secara langsung oleh bupati dan wali kota dari 27 kabupaten/kota se-Jabar, serta para Dandim di wilayah Jawa Barat via video conference.

Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut menegaskan, rakor ini membedah dua bom waktu yang dalam waktu dekat akan mengancam hajat hidup masyarakat Jawa Barat.

Pertama, ancaman ledakan dan penumpukan sampah akibat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diprediksi hanya akan mampu bertahan maksimal 6 bulan lagi.

Kedua, ancaman gelombang musim kemarau ekstrem yang akan berlangsung jauh lebih panjang akibat kemunculan fenomena alam El Nino. Jawa Barat sendiri dipetakan sebagai salah satu wilayah yang akan dihantam langsung oleh dampak El Nino ekstrem alias El Nino Godzilla.

“Kita harus antisipasi dampak kemarau panjang ini, kekeringan bahkan kebakaran. Informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jabar akan terjadi Agustus dan September. Saya meminta masukan dan informasi dari bupati wali kota, memetakan penanganan masalah,” tegas KDM dengan nada serius.

KDM menginstruksikan agar seluruh jajaran kepala daerah segera mengeksekusi langkah antisipasi di lapangan tanpa harus menunggu bencana kekeringan muncul di permukaan.

Kang Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • jabarprov

Salah satu langkah jangka pendek yang wajib dikebut adalah melakukan pendataan berkala terhadap wilayah-wilayah yang menjadi langganan krisis air bersih agar kebutuhan harian dan sektor pertanian tetap terpenuhi.

“Siapkan mobilisasi air dari sumber air menggunakan mobil tangki. Ini perlu dukungan dan kerja sama dengan TNI dan pengusaha air kemasan. Percepat pembangunan jaringan air bersih dan siapkan toren penampung air di setiap desa langganan kekeringan, harus sudah dimulai agar tidak ada rebutan air,” urai KDM menjabarkan instruksi teknisnya.

Gubernur menambahkan bahwa dalam APBD Perubahan mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berfokus penuh pada tiga sektor utama di level akar rumput, yakni perbaikan jalan desa, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) desa, serta penyediaan fasilitas air bersih dan tata kelola sampah.

Terkait dengan ancaman lumpuhnya TPA Sarimukti yang membayangi wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Pemprov Jabar secara resmi mendukung rencana TNI untuk membangun infrastruktur pengolahan sampah modern berbasis waste to fuel.

Melalui metode Pirolisis, tumpukan sampah plastik nantinya akan diolah secara higienis menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Langkah serupa juga direncanakan menyasar wilayah penyangga lain seperti Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya melalui pendekatan jangka pendek sosialisasi pengurangan sampah dari skala rumah tangga, serta jangka panjang lewat pemanfaatan teknologi waste to energy dan waste to fuel.

Kinerja taktis dan keseriusan KDM ini menuai pujian langsung dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. KASAD menilai KDM sebagai kepala daerah yang paling matang dan serius dalam melakukan mitigasi bencana multi-sektor ini.

“Gubernur yang paling serius melakukan mitigasi masalah sampah dan ancaman kemarau. Kami laporkan jika TNI sudah membangun sedikitnya 500 titik distribusi air bersih, namun memang belum terdata dengan baik, kami akan segera lakukan pendataan untuk antisipasi kemarau khususnya di Jabar,” tutur Jenderal Maruli.

Sejauh ini, keterlibatan nyata TNI telah dibuktikan lewat pembangunan proyek waste to fuel di beberapa titik krusial, seperti di TPA Bantar Gebang dan TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Galuga Bogor, hingga TPA Sarimukti KBB.

Teknologi di Sarimukti dilaporkan siap mengolah sampah eksisting sebanyak 10 juta ton, atau hampir separuh dari total kapasitas terpasang saat ini sebesar 25 juta ton.

Selain itu, sistem pengolahan dengan insinerator bersuhu tinggi di atas 800°C dengan kapasitas pembakaran masif sebesar 800 ton per hari juga telah resmi beroperasi di Ciwastra, Kota Bandung sejak Mei lalu.

TNI menyatakan siap memperluas pembangunan fasilitas ini ke wilayah Bogor, Tasikmalaya, hingga Karawang selama lahan penunjang telah siap disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

Ilustrasi Kemarau Panjang
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

BMKG Konfirmasi Puncak Ancaman Kemarau Ekstrem

Di sisi lain, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membenarkan sinyal bahaya kemarau panjang yang akan mengepung wilayah Jabar. Bahkan, hawa kering musim kemarau dilaporkan sudah mulai mengunci wilayah pesisir pantai utara (Pantura) Jawa Barat sejak awal bulan ini.

“Tahun ini kemarau datang lebih cepat, lebih panjang dan lebih kering karena fenomena El Nino. Bulan Juni ini di Pantura sudah terasa, dan bulan Juli hingga Oktober akan merata di Jabar, di mana puncaknya di bulan Agustus dan September,” tandas Teuku Faisal Fathani.

BMKG memprediksi secara umum musim kemarau di wilayah Jawa Barat tahun ini akan membentang selama 3 hingga 7 bulan, sehingga kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi potensi bencana kekeringan massal mutlak diperlukan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral