news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) saat menyapa dengan warga dan relawan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Siap-siap Warga dan Relawan yang Ikut Padamkan Kebakaran Gunung Gede Pangrango, Gubernur KDM Guyur Bonus

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan uang bonus Rp600 ribu per hari untuk warga dan relawan yang memadamkan kebakaran di Gunung Gede Pangrango.
Jumat, 4 September 2026 - 07:57 WIB
Reporter:
Editor :

Cianjur, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan uang bonus kepada warga dan relawan yang terlibat dalam proses pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

KDM mengetahui terdapat sekitar 486 warga dan relawan yang terlibat selama proses pemadaman kebakaran Gunung Gede Pangrango. Alasan ia memberikan uang kadeudeuh sebagai apresiasi darinya atas perjuangan mereka selama lebih dari dua pekan.

Menurut KDM, usaha mereka membuat masyarakat sekitar terbebas dari bencana. Pasalnya kebakaran telah melahap luas lahan sekitar 10-20 hektare di kawasan Gunung Gede Pangrango.

"Terima kasih untuk semuanya. Api sudah padam dan masyarakat terbebas dari bencana," ujar KDM saat menyapa warga dan relawan di Cianjur dikutip, Jumat (4/9/2026).

KDM Bayangkan Perjuangan Warga dan Relawan

Lebih lanjut, KDM pun mengatakan, simbolis penyerahan uang kadeudeuh darinya akan diberikan kepada perwakilan masyarakat dan relawan. Setidaknya yang bakal menerima bonus adalah mereka yang terlibat dalam proses pemadaman kebakaran.

Dedi Mulyadi bisa membayangkan betapa besarnya perjuangan warga dan relawan. Baginya, mereka telah meluangkan bahkan menghabiskan  waktunya selama duua pekan hanya demi Gunung Gede Pangrango.

Menurut mantan Bupati Purwakarta ini, tidak semuanya bisa meluangkan waktu hanya untuk berjibaku memadamkan api. Mereka rela berkorban meninggalkan pekerjaan dan keluarganya agar peristiwa kebakaran tidak merusak hutan maupun kawasan pariwisata.

"Saya tidak bisa membayangkan kalau kebakaran Gunung Gede itu semakin meluas. Nantinya kawasan hutan bisa rusak, pariwisata juga akan hancur, serta masyarakat sekitar yang paling merasakan dampaknya," jelasnya.

Ia menginginkan gunung-gunung yang terletak di wilayah Jawa Barat tetap subur. Peristiwa kebakaran dapat mengancam kelestarian hutannya.

Dedi Mulyadi menambahkan, kebakaran yang melanda di kawasan pegunungan juga dapat mengganggu perekonomian masyarakat. Ia pun berharap semua elemen menjaga kesuburan gunung.

"Kalau ingin Jawa Barat subur makmur, maka gunung-gunungnya harus diurus, salah satunya Gunung Gede Pangrango," katanya.

Berapa Jumlah Bonus dari Dedi Mulyadi?

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi mengungkapkan besaran uang kadeudeuh yang diberikan olehnya. Jumlahnya mencapai Rp600.000 per hari untuk setiap orang yang terlibat pemadaman selama 10 hari.

Besaran tersebut tentu membuat setiap warga maupun relawan bisa mendapatkan uang kadeudeuh dengan maksimal Rp6 juta dari Dedi Mulyadi.

"Untuk yang ikut terlibat dalam pemadaman kebakaran selama 10 hari, saya kasih uang kadeudeuh Rp600.000 per hari. Jadi, nanti maksimalnya Rp6 juta," ucapnya.

Dedi Mulyadi Sentil Pengelola Gunung Gede Pangrango

Perhatian Gubernur Jawa Barat itu juga tak lepas pada penanganan kebakaran di TNGGP. Pasalnya kobaran api dinilai sulit dipadamkan sehingga kondisi itu menjadi pelajaran agar pengelolaan kawasan gunung lebih sigap saat terjadinya kebakaran.

Dedi Mulyadi mengatakan, setiap gunung pasti mempunyai titik yang rawan kebakaran. Mantan anggota DPR RI ini memberikan gagasan agar adanya penempatan peralatan pemadaman di area tersebut.

Ia menegaskan, penempatan peralatan pemadaman dapat memudahkan petugas maupun relawan tidak perlu ribet membawa peralatan dari lokasi yang jauh dari titik rawan.

Lanjut, KDM memberikan dorongan adanya pembangunan jalur air. Setidaknya bisa berbentuk pipa atau selang yang lebih dekat dengan sumber air agar memudahkan para relawan menuju lokasi yang titik rawan potensi kebakaran.

"Harus ada pipanisasi air, selang-selang yang bisa membawa air lebih dekat ke titik-titik kebakaran," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
01:48
04:36
03:17
02:45
03:13

Viral