- Antara
Bikin Nyesek! Momen Pasien TB Tulang Ditandu 10 Km Demi Bisa Berobat, Imbas Jalan Rusak di Cianjur
Cianjur, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan nasib malang dialami Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), dua remaja asal Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, viral di media sosial.
Dilihat tvOnenews.com dari video viral di media sosial, Selasa (8/9/2026), kedua remaja tersebut tampak ingin bisa berobat. Hal ini membuat mereka terpaksa ditandu hingga 10 kilometer melintasi jalan rusak parah di pelosok Cianjur.
Siti Lestari dan Erik Setiawan merupakan remaja mengalami TB tulang dan meningitis. Yang paling menggetarkan hati publik, tampak Siti sangat kesakitan setelah terjatuh dari tandu menggunakan kain sarung diikatkan pada sebilah bambu.
Keluarga tidak menyerah membawa Siti ke layanan kesehatan di Kabupaten Garut. Mereka secara bergantian menandu Siti Lestari agar penyakitnya bisa sembuh meski membutuhkan perjalanan sejauh sekitar 10 kilometer.
Serupa dengan Siti, Erik mengalami penyakit yang sama. Ia tampak ditandu karena sama sekali tidak kuat berdiri dan berjalan.
Berbeda dari Siti, keluarga Erik justru pilih menempuh sekitar 3 kilometer untuk berobat di Puskesmas Cidaun dan Rumah Sakit di Bandung.
Erik pun dibawa menggunakan mobil setelah keluar dari jalan rusak. Mobil tersebut juga tampak telah menunggu di lokasi yang di mana jalannya sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Peristiwa perjuangan kedua remaja dan keluarganya membawa tandu di tengah jalan rusak membuat pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur membahas terkait perbaikan jalan lingkungan.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan bahwa, perbaikan jalan rusak akan dilakukan secara bertahap. Ia mencontohkan, wilayah selatan masih adanya keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pusat perekonomian.
Kata Wahyu, Pemkab Cianjur saat ini lebih dulu berfokus pada perbaikan jalan rusak di ruas penghubung antarkecamatan. Kehadiran jalan ini tentu sebagai penghubung ruas desa dan lingkungan.
"Secara bertahap akan kita perbaiki, sehingga warga tidak lagi kesulitan untuk bepergian baik ke puskesmas atau rumah sakit, ke sekolah atau menjual hasil bumi ke pusat kota," ujar Wahyu, Selasa (8/9/2026).
Terkait program perbaikan jalan lingkungan, Wahyu menuturkan, sebagian besar telah diajukan dan masuk dalam program rembug desa. Hal ini akan bergantian menyasar 354 desa di Cianjur.
"Program perbaikan jalan termasuk yang paling tinggi diajukan masyarakat di setiap desa hingga RT/RW, sehingga program akan terus dilakukan guna menjawab keluhan warga selama ini," katanya.
Wahyu menjawab persoalan remaja yang terpaksa ditandu sejauh 10 kilometer. Mereka ingin mendapat penanganan medis di rumah sakit asal di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun namun terhalang oleh jalan rusak yang tidak dapat dilalui kendaraan.
Pihak kecamatan telah memberikan pengajuan perbaikan ke Pemkab Cianjur. Jalan setapak untuk menuju perkampungan warga memang belum diperbaiki sehingga sulit dilalui kendaraan.
Camat Cidaun juga bersinergi dengan pemerintah. Pemkab Cianjur berupaya memperbaiki jalan di pelosok termasuk dari anggaran mencapai puluhan miliar dan salah satunya dialokasikan untuk membangun jalan kabupaten di Cidaun dan Naringgul.
(hap)