news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sosok Surya (46), tukang pemilah sampah yang viral terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Sumber :
  • Instagram/@lambegosiip

Direndahkan Susah Menang hingga Dihina Tak Punya Uang, Tukang Pemilah Sampah Jadi Kades di Bekasi Heboh

Sosok Surya (46), tukang pemilah sampah viral setelah terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi dalam Pilkades Serentak 2026.
Rabu, 23 September 2026 - 14:06 WIB
Reporter:
Editor :

Kabupaten Bekasi, tvOnenews.com - Sosok Surya (46), tukang pemilah sampah asal Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menghebohkan publik. Perhatian ini tak lepas bahwa dirinya terpilih menjadi kepala desa (kades).

Surya terpilih menjadi Kades Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Ia bisa menduduki kursi tersebut lantaran meraih suara terbanyak dalam Pilkades Serentak 2026.

Berdasarkan hasil pleno tingkat desa, Surya unggul 4.107 suara dari petahana, Subur Rustadi yang hanya meraih 4.015 suara. Artinya, tukang pemilah sampah tersebut berbeda 92 suara atas lawannya.

Dilihat tvOnenews.com dari Instagram @lambegosiip, Rabu (23/9/2026), euforia kemenangan Surya viral di media sosial. Sejumlah pendukungnya merayakan keberhasilan warga asal Kampung Rawa Banteng Kaum itu setelah terpilih menjadi Kades Mekarwangi.

"Dari pemilah sampah, Pak Surya kini menang menjadi Kepala Desa Mekarwangi," demikian keterangan dalam video viral tersebut.

Sejumlah orang tampak memeluk Surya. Mereka terharu sehingga mengajak selfie bersama setelah tukang pemilah sampah tersebut memang dalam Pilkades Serentak 2026.

Dalam video lainnya, Surya tampak tinggal di sebuah rumah sederhana. Di bangunan itu, ia tinggal bersama delapan anggota keluarganya, termasuk ibu mertua hingga tiga anak kandungnya.

Sehari-harinya, Kades Mekarwangi tersebut ternyata bekerja sebagai pemilah sampah buangan pabrik. Surya selalu mengumpulkan barang yang masih mempunyai nilai ekonomis.

Barang-barang yang terkumpul kemudian dipisahkan dan dijual kembali. Pekerjaan sederhana itu membuat Surya cukup menghidupi keluarganya.

Bahkan, pria berusia 46 tahun ini juga bisa menggaji tiga orang pekerja. Upaya tersebut tak lepas bahwa dirinya kerap memperoleh penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Kesederhanaannya membuat Surya mulai diragukan oleh sejumlah orang. Menurutnya, jalan untuk mendapatkan kursi kepala desa tidak mudah.

Kondisi ekonomi yang tergolong pas-pasan membuat Surya kerap menjadi bahan ejekan. Ia diragukan saat memutuskan maju dan bertarung dalam ajang Pilkades Mekarwangi 2026.

"Orang susah enggak punya uang tapi ingin mencalonkan. Begitu kata orang-orang," ujar Surya, Selasa (22/9/2026).

Sumber Kekayaan Surya Dibandingkan Calon Kades Mekarwangi Lainnya

Lebih lanjut, Surya bercerita bahwa dirinya sempat dibandingkan dengan calon kades lainnya. Menurut mereka, sumber kekayaan pria berusia 46 tahun itu tidak sebanding dengan yang lain.

Perbedaan sumber daya dan kekayaan membuat pencalonan Pilkades pada periode ini dianalogikan seperti "semut melawan gajah". Ia bahkan dianggap mustahil menang menjadi Kades Mekarwangi.

Alih-alih menggoyahkan semangatnya, cibiran tersebut justru memotivasi Surya yang semakin niat mengikuti kontestasi tersebut. Pria berusia 46 tahun itu bahkan menolak untuk mundur.

"Saya orangnya optimis dan saya enggak percaya hal-hal kayak gitu. Rezeki itu kan bukan manusia yang menentukan. Kita percaya sama Yang Maha Kuasa. Saya yakin akan berhasil," terangnya.

Alasan Maju Jadi Calon Kepala Desa Mekarwangi

Lanjut, Surya menyampaikan alasan dirinya tetap memutuskan untuk maju dalam kontestasi tersebut. Ia menegaskan hal ini bukan karena berlandaskan kemampuan ekonomi yang besar.

Surya memahami setiap calon kades setidaknya melihat faktor kemampuan ekonominya. Ia justru mencalonkan diri karena berangkat dari keinginan pribadinya.

"Saya dari hati sendiri, saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman. Semua mendukung untuk mencalonkan sebagai kepala desa," jelasnya.

Ia menambahkan, faktor yang memotivasi maju dalam Pilkades berkat bergaul dengan masyarakat. Ia melihat masih banyak persoalan dan kebutuhan warga yang harus diselesaikan secepat mungkin.

"Memang ada kekurangan-kekurangan yang masyarakat belum merasa puas. Kalau saya berhasil, saya ingin ada perubahan. Semua nanti akan saya bangun. Intinya Mekarwangi ingin saya bangun dan saya ingin transparan. Apa pun yang terjadi, nanti kita buka ke masyarakat," bebernya.

Sementara, sang istri, Ratih Ratnasari (46) menyampaikan bahwa, dirinya sempat meragukan saat suaminya memutuskan untuk menjadi calon Kades Mekarwangi. Hal tersebut mengingat Pilkades pada tahun ini bersifat serentak.

Ratih mempunyai alasan bahwa kondisi ekonomi keluarga menjadi faktor utamanya lantaran tidak memiliki modal besar hingga proses pemilihan tuntas.

Ratih mengaku bahwa dirinya beberapa kali mengimbau sang suami di tengah keterbatasan ekonomi. Akan tetapi, Surya tetap optimis lantaran ada banyak dukungan dari masyarakat sebagai modal utamanya.

Ratih mengungkapkan bahwa niat tersebut selaras dengan kepribadian suaminya. Surya dinilai sebagai sosok pekerja keras hingga selalu menanamkan sikap optimis.

"Suami saya itu pekerja keras, semangat. Kadang saya mengingatkan, 'Pak, kita kan enggak punya. Modalnya enggak ada, masa mau maju terus?'. Kata suami saya, 'tidak apa-apa, kita maju aja terus. Orang-orang semangat dukung saya'," kata Ratih sambil menuturkan percakapan dengan Surya.

Ratih menambahkan, pendapatan keluarganya memang tidak banyak dan bersifat pas-pasan. Namun, usaha Surya selalu cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dan pekerjanya.

"Pas-pasan. Ibaratnya sebulan, besok buat begitu lagi. Pokoknya muter aja. Enggak ada nilai lebihnya, maksudnya tabungan atau apa, enggak, tapi cukup. Itu juga Alhamdulillah," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
05:10
03:00
05:01
06:41
06:14

Viral