- tim tvOne - Otong Susilo
10 Fakta Kasus Ibu Kandung di Brebes Aniaya 3 Anak, 1 Diantaranya Tewas
6. Pelaku Dikenal Kurang Bergaul
Novi, tetangga pelaku mengatakan selama ini tak melihat sifat Kanti yang mencurigakan. "Dia kurang bergaul, kalau nanya-nanya hanya sekadar saja," tambahnya.
Menurut Novi, Kanti yang berprofesi sebagai tukang rias itu memiliki suami yang bekerja sebagai sekuriti di Jakarta. Baca Selengkapnya
7. Polisi Menduga Pelaku Alami Depresi
"Untuk penetapan tersangka belum dilakukan karena prosesnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan, kita harus berhati hati dalam menetapkan tersangka karena ada dugaan pelaku saat ini mengalami depresi berat," jelas AKP Syuaib Abdullah Kastreskrim Polres Brebes.
Aksi sadis Kanti Utami (35) ibu yang tega menganiaya 3 anak kandungnya sendiri di Brebes, terus didalami oleh Satreskrim Polres Brebes. Berdasarkan hasil visum kepada anak yang ditemukan tewas, petugas menemukan adanya luka sayat sepanjang 12 sentimeter di lehernya. Baca Selengkanya
8. Salah satu korban meninggal karena luka sayatan di leher
Dari hasil visum, ARK(7) anak pelaku mengalami luka sayatan benda tajam sepanjang 12 sentimeter sedalam lima sentimeter. Satreskrim Polres Brebes menduga akibat luka sayatan itu, korban kemudian meninggal dunia akibat kehabisan darah. Baca Selengkapnya
9. Salah satu korban dimakamkan di TPU Sokawera
ARK (7) anak yang meninggal dunia usai digorok oleh ibu kandungnya sendiri, Kanti Utami (35) dengan pisau cutter telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sokawera, yang tidak jauh dari rumahnya. Baca Selengkapnya
10. Pelaku Mengaku Ingin Selamatkan Anaknya
"Saya ingin menyelamatkan anak saya, supaya enggak hidup susah," kata Kanti.
Sambil menangis Kanti bercerita bahwa dia bingung akan tinggal di mana kalau suaminya kehilangan pekerjaan. "Sebelum saya mati, saya ingin menyelamatkan anak-anak," kata Kanti. Baca Selengkapnya
Namun ketika ditanya bagaimana cara menyelamatkan buah hatinya, jawaban Kanti mencengangkan. "Harus mati, supaya enggak sedih, biar enggak sakit kaya saya," tutur Kanti. (ito)