- BPBD Grobogan
Banjir di Grobogan Meluas, Jumlah Warga Terdampak Mencapai 9.000 Kepala Keluarga
Selanjutnya di Kecamatan Toroh, sedikitnya 200 KK terdampak di Desa Tambirejo, serta ratusan KK lainnya di Desa Katong, Sugihan, Depok, Boloh, Tunggak, dan desa lain, dengan kondisi sebagian besar telah surut.
Sementara itu, di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, banjir masih menggenangi permukiman akibat jebolan tanggul Sungai Tuntang dengan ketinggian air 20–50 sentimeter.
"Berdasarkan pemantauan tinggi muka air pada Senin sore, elevasi Sungai Lusi di Bendung Sedadi tercatat 26,26 mdpl dengan tren menurun, masih berada di bawah status siaga (26,40 mdpl)." jelas BNPB.
Namun di Pos Menduran, tinggi muka air menunjukkan tren kenaikan dengan elevasi 10,08 meter dan debit 557,740 m³/detik. Adapun di Bendung Klambu, elevasi hulu tercatat 16,33 mdpl dan debit 766,628 m³/detik.
Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Grobogan bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan perangkat daerah telah melakukan pemantauan intensif melalui grup komunikasi kebencanaan.
Selain itu evakuasi warga terdampak juga dilakukan di sejumlah titik seperti Perumahan Janur Kuning Desa Tambirejo Kecamatan Toroh, Permata Hijau dan Lingkungan Cebok Kelurahan Kalongan Kecamatan Purwodadi, Desa Tinanding Kecamatan Godong, serta Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi.
Selain itu, dilakukan distribusi bantuan logistik dan kasur lapangan di Kecamatan Gubug, Tegowanu, Kelurahan Kalongan, Kelurahan Purwodadi, serta Desa Jumo dan Desa Tajemsari.
Kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang juga dilaksanakan di Desa Trisari dan Desa Gubug Kecamatan Gubug untuk mencegah meluasnya genangan.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memantau perkembangan kondisi banjir, khususnya di wilayah hilir yang saat ini masih tergenang.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan serta mengikuti arahan pemerintah daerah setempat. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan pada laporan berikutnya." imbau BNPB. (buz)