- Tim tvOne - Aditya Bayu
Danau Rawapening Meluap, Banjir Rendam Permukiman dan Puluhan Hektar Sawah di Rowosari Tuntang
Semarang, tvOnenews.com - Banjir merendam rumah warga di Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah setelah hujan deras yang terus mengguyur sejak hari pertama Lebaran 2026 dan menyebabkan naiknya permukaan air Danau Rawapening.
Jalanan hingga rumah warga saat ini tergenang air dengan ketinggian bervariasi mulai dari 10 Centimeter hingga 30 Centimeter.
Meski rumah mereka tergenang banjir, namun warga memilih untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa, meski genangan air cukup mengganggu.
Kasi Pelayanan Desa Rowosari, Mahmudi, mengatakan warga sangat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang tak kunjung surut.
“ Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan, terutama membuka saluran air agar genangan bisa surut dan aktivitas warga kembali normal. Karena hampir satu minggu air banjir belum bisa surut,” ujar Mahmudi.
Selain menggenangi rumah warga, banjir juga merendam 80 hektar dari 125 hektar area persawahan yang ada di desa Rowosari.
Hal ini berdampak pada hasil panen petani, mengingat ketinggian air lebih tinggi dari tanaman padi.
" Ini yang kena banjir luasnya kurang lebih 80 hektar dan saat ini gagal panen. Ya bagaimana lagi, karena genangan airnya saja sudah setingi tanaman padi," imbuhnya.
Dikatakan lebih lanjut oleh Mahmudi, jika hujan terus menguyur, maka banjir akan sulit untuk surut. Kami juga mohon pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi ini dengan melakukan pengaturan air di sungai tuntang.
" Kami mohon pemerintah bisa membuka sedikit pintu air, untuk menurunkan luapan air di danau rawapening. Jika tidak ada panas, genangan air akan sulit turun. Apalagi kalau hujan deres terus mengguyur, maka debit air bisa semakin naik," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan menjelaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar wilayah Sungai) dan Penjaga Pintu Air Sungai Tuntang terkait dengan peningkatan pembukaan pintu air.
" Kami sudah lakukan koordinasi, dan saat ini sudah ada peningkatan pembukaan pintu air. Dari Pengurangan elevasi air 20 meterkubik perdetik menjadi 25 meterkubik per detik. Tentunya hal ini juga mempertimbangkan dampak di daerah lain yang dialiri air dari sungai tuntang," jelas Alex