news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, desak penanganan rob di desanya, Jumat (19/6/2026)..
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Tambak Hilang dan Rumah Terendam, Warga Tunggulsari Pati Turun Aksi Desak Pemerintah Segera Bangun Tanggul Permanen

Ratusan warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi protes pada Jumat (19/6/2026). 
Jumat, 19 Juni 2026 - 21:02 WIB
Reporter:
Editor :

Pati, tvOnenews.com – Ratusan warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi protes pada Jumat (19/6/2026). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar segera menangani banjir rob yang terus merendam permukiman warga akibat tanggul jebol.

Dalam aksi itu, warga membentangkan sejumlah poster dan spanduk berisi keluhan serta harapan mereka kepada pemerintah. Tulisan seperti “Jangan Biarkan Kami Tenggelam”, “Rumah Kami Akan Tenggelam Pak Prabowo!! Tolong Kami!”, hingga “Tolong Pak!!! Tambak Kami Hilang” terlihat di sejumlah titik permukiman yang masih terendam air.

Ketua RT 5 RW 1 Desa Tunggulsari, Budi Amanto, mengatakan kondisi warga semakin memprihatinkan setelah lebih dari sebulan terdampak banjir rob.

Menurutnya, harapan utama masyarakat saat ini adalah pembangunan kembali tanggul sepanjang sekitar 110 meter yang jebol agar banjir tidak terus berulang.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung keadaan warga di sini dan segera membangun tanggul yang ada di Tunggulsari,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, banjir rob dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter telah mengganggu aktivitas masyarakat dan melumpuhkan perekonomian desa.

Mayoritas warga yang bekerja sebagai petani tambak kehilangan mata pencaharian karena tambak ikan nila mereka terendam air laut dan tidak lagi produktif.

“Warga di sini mayoritas petani tambak, sehingga otomatis kehilangan pekerjaan,” katanya.

Selain kehilangan sumber penghasilan, warga juga mengeluhkan minimnya bantuan yang diterima selama banjir berlangsung.

Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan antara lain air bersih dan bahan pokok.

“Yang dibutuhkan bahan pokok dan air bersih. Bantuan dari warga ada sedikit-sedikit, tetapi dari pemerintah belum ada,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Rukmini, menuturkan banjir rob telah menjadi ancaman bagi masyarakat selama dua tahun terakhir.

Dalam sebulan terakhir, kondisi banjir semakin parah dan meluas ke wilayah RT 3 RW 1 yang sebelumnya tidak terdampak.

“Sudah dua tahunan. Kalau pagi saat air pasang, banjir datang setiap hari,” ujarnya.

Akibat aktivitas yang lumpuh, warga kini bergantung pada bantuan makanan dan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup. Menurut Rukmini, bantuan yang diterima biasanya berupa beras atau nasi bungkus dari sejumlah pihak.

“Kadang dapat beras, kadang nasi bungkus. Kalau tidak ada nasi bungkus, ya makan mi seadanya,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir rob yang terus menghantui kawasan tersebut.

Perbaikan tanggul yang jebol dinilai menjadi solusi mendesak agar air pasang tidak lagi menggenangi permukiman dan lahan tambak warga.

“Semoga segera ditangani dan tanggulnya dibenahi, supaya kalau air pasang tidak banjir lagi,” harap Rukmini. (arm/buz) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral