news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat membuka MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen.
Sumber :
  • Tim tvOne - Mahfira Putri

Menteri Sosial Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Anak dan Anti Bullying

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf pastikan Sekolah Rakyat hadir sebagai lingkungan pendidikan yang ramah anak dan diperuntukkan bagi keluarga pra sejahtera.
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:51 WIB
Reporter:
Editor :

Sragen, tvOnenews.comMenteri Sosial, Saifullah Yusuf pastikan Sekolah Rakyat hadir sebagai lingkungan pendidikan yang ramah anak dan diperuntukkan bagi keluarga pra sejahtera.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, Selasa 14 Juli 2027.

Pembukaan MPLS itu juga diikuti sekolah rakyat di beberapa titik di Indonesia secara daring.

Gus Ipul begitu sapaan akrabnya didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Setiba di sekolah rakyat mereka disambut dengan PBB siswa sekolah rakyat.

Dalam kesempatannya, Gus Ipul mengatakan di sekolah rakyat tidak ada pendaftaran, melainkan penjangkauan. Penjangkauan dilakukan dari data yang ada sehingga tidak bisa dimanipulasi.

Ia mengatakan rata-rata siswa yang sekolah ialah anak yatim, piatu, yatim-piatu, putus sekolah hingga orangtua Yanng bercerai.

Dalam sekolah rakyat ia menegaskan menjadi sekolah yang ramah. Pihaknya juga mengecam adanya kekerasan, perpeloncoan hingga bullying.

"Upaya kekerasan atau bullying dia sekolah rakyat tentu kita punya pedoman. Juga kita dilengkapi dengan teknologi yaitu CCTV dan juga pelatihan khusus untuk guru-guru agar menghindari kekerasan di lingkungan sekolah," kata Gus Ipul.

Di Kabupaten Sragen sendiri ada 10 siswa SD baru, 115 siswa SMP dan 105 siswa. Jumlah ini masih dimungkinkan bertambah, karena ada upaya penambahan rombel karena siswa yang masuk jangkauan melebihi kuota, namun masih dalam proses.

Mensos mengapresiasi Pemkab Sragen yang memulai pembelajaran pada September 2025 paling akhir secara nasional, tetapi mampu mempercepat penyediaan lahan sehingga mendapat kesempatan pertama pembangunan gedung permanen sekolah rakyat.

Gedung permanen di Sragen dibangun oleh kementerian PU atas arahan presiden Prabowo. Kapasitas gedung juga akan ditingkatkan dari 1.000 menjadi 2.000 siswa jenjang SD, SMP dan SMA.

Hingga kini sebanyak 104 sekolah rakyat sedang berproses membangun gedung permanen di beberapa titik di Indonesia. Sementara ada 19 gedung permanen yang telah siap digunakan untuk MPLS tahun ini.

Jumlah tersebut akan terus bertambah 60 sekolah sekolah rakyat pada akhir Juli ini. Sedangkan sisanya ditargetkan rampung pada September 2026.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:45
05:01
02:22
01:35
07:49
03:05

Viral