- Antara
Berawal dari Motor Tua, PT Indo Guava Fruits Kini Pasok Jambu Biji Merah ke Berbagai Kota dan Mitra Nasional
tvOnenews.com - Ketekunan, konsistensi, dan keberanian menghadapi tantangan menjadi fondasi perjalanan bisnis PT Indo Guava Fruits, perusahaan pemasok buah yang berfokus pada komoditas jambu biji merah asal Magelang. Di bawah kepemimpinan Taufik Rohman, perusahaan berhasil berkembang dari usaha kecil dengan modal terbatas hingga menjadi pemasok bagi berbagai supermarket nasional, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta sejumlah perusahaan dan pabrik di Indonesia.
Perjalanan tersebut dimulai pada 2019, ketika pandemi COVID-19 baru melanda Indonesia. Dengan hanya mengandalkan sebuah sepeda motor Astrea Grand tahun 1997, Taufik Rohman berkeliling dari satu pasar tradisional ke pasar lainnya di wilayah Magelang sambil membawa sekitar 50–100 kilogram jambu biji merah setiap harinya. Saat itu, omzet harian usaha hanya berkisar Rp500.000 hingga Rp700.000, dengan keuntungan sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000 per hari.
Memasuki masa pandemi pada 2020, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga daya tahan tubuh membuat permintaan terhadap buah-buahan, termasuk jambu biji merah yang dikenal kaya vitamin C, mengalami peningkatan signifikan. Momentum tersebut menjadi titik balik bagi perkembangan usaha yang dirintis Taufik.
“Pada awalnya saya hanya membawa jambu menggunakan motor tua dari pasar ke pasar. Ketika pandemi datang, permintaan meningkat tajam. Alhamdulillah, usaha ini terus berkembang hingga saya bisa membeli kendaraan niaga pertama dan memperluas jaringan distribusi,” ujar Taufik Rohman, Direktur PT Indo Guava Fruits.
Seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan mulai memperkuat kapasitas distribusi dengan menambah armada operasional. Saat ini, PT Indo Guava Fruits telah mengoperasikan empat armada pengangkut untuk memenuhi kebutuhan pengiriman ke berbagai daerah.
Distribusi produk kini telah menjangkau sejumlah pasar induk, antara lain Semarang, Salatiga, Yogyakarta, hingga Bandung. Tidak hanya melayani pasar tradisional, perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai supermarket berskala nasional, dapur penyedia program MBG, pabrik, serta berbagai mitra usaha lainnya yang membutuhkan pasokan jambu biji merah berkualitas.
Pada 2026, usaha tersebut resmi beroperasi di bawah badan hukum PT Indo Guava Fruits, sebagai langkah memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan kepada pelanggan dan mitra bisnis.
Saat ini, volume pengiriman perusahaan telah mencapai 1 hingga 2 ton jambu biji merah per hari, dengan rata-rata keuntungan harian berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dibangun dari skala mikro dapat berkembang menjadi bisnis yang berdaya saing melalui kerja keras, konsistensi, dan komitmen terhadap kualitas produk.
Sebagai seorang ayah dari dua anak berusia 34 tahun, Taufik mengaku selalu menjadikan keluarga sebagai sumber motivasi dalam membangun usaha. Ia berharap PT Indo Guava Fruits dapat terus berkembang menjadi pemasok jambu biji merah terpercaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para petani dan pelaku usaha hortikultura di Magelang.
“Kami ingin terus tumbuh bersama para petani lokal. Fokus kami bukan hanya memperbesar bisnis, tetapi juga menjaga kualitas produk dan membangun kemitraan yang berkelanjutan sehingga jambu biji merah Magelang semakin dikenal di tingkat nasional,” tutup Taufik.
Dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap buah berkualitas dan semakin luasnya jaringan distribusi, PT Indo Guava Fruits optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok jambu biji merah dari Magelang yang mampu memenuhi kebutuhan pasar modern maupun industri di berbagai wilayah Indonesia.(chm)