news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi video asusila.
Sumber :
  • ANTARA/Ardika

Viral Video CCTV Tak Senonoh Kepala Sekolah dan Guru SD di Pekalongan, Disdik: Informasinya Awal Agustus 2026

Dinas Pendidikan (Disdik) Pekalongan bertindak tegas terhadap oknum kepala sekolah (kepsek) dan guru SD yang viral melakukan asusila dan terekam video CCTV.
Sabtu, 5 September 2026 - 09:57 WIB
Reporter:
Editor :

Pekalongan, tvOnenews.com - Sebuah video berdurasi 21 detik mendadak menggemparkan warga Pekalongan dan jagat maya. Rekaman video CCTV tersebut memperlihatkan momen hubungan asusila antara seorang kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan viral di media sosial.

Dampak rekaman video asusila antara kepala sekolah dan guru SD tersebut viral di media sosial membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pekalongan mencopot jabatan oknum kepsek.

Dilihat tvOnenews.com dari Instagram Thoryvos, Sabtu (5/9/2026), seorang oknum kepala sekolah dan guru SD itu tampak melakukan hubungan intim. Kemesraan keduanya berlangsung di sebuah kursi diduga di ruangan kelas.

Lokasi tempat kepala sekolah dan guru tersebut berhubungan badan diduga berada di salah satu sekolah di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Tanggapan Disdik soal Video Asusila Oknum Kepala Sekolah dengan Guru SD di Pekalongan

Video CCTV perbuatan asusila oknum kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan yang viral di media sosial
Sumber :
  • Istimewa

Saat dimintai konfirmasi pada Jumat (4/9/2026), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Kholid tidak membantah adanya perbuatan asusila tersebut.

Kholid mengatakan bahwa, terduga pelaku tak senonoh yang terekam dalam kamera CCTV adalah oknum antara kepala sekolah dan oknum guru di Kabupaten Pekalongan.

Ia menjelaskan waktu kejadian tersebut. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada awal Agustus 2026 sehingga menggerakkan pihak Disdik Pekalongan melakukan tindakan tegas terhadap keduanya.

"Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus," ujar Kholid.

Kepala Sekolah Dikandangkan dan Oknum Guru Dipindahkan

Kholid menuturkan, langkah tindakah tegas yang diambil oleh Disdikbud Pekalongan membuat oknum kepala sekolah dicopot. Tak hanya itu, kepsek tersebut juga berakhir dibawa ke dinas.

"Oknum kepala sekolah langsung kita copot. Saya taruh di Dinas Pendidikan. Untuk oknum gurunya seorang ASN sudah kita pindah ke tempat yang jauh," terangnya.

Penyebab Perbuatan Asusila Kepsek dan Guru SD Terekam CCTV

Kholid menjelaskan terkait temuan yang terekam dalam kamera CCTV. Hal ini berangkat dari kecurigaan rekan-rekan kerjanya di sekolah.

Rekan kerja mereka sudah lama mencium adanya hubungan khusus selama di lingkungan SD setempat. Bahkan gelagat mereka sudah sangat vulgar.

Berdasarkan keterangan dari rekan kerjanya, menurut Kholid, masing-masing pelaku telah mempunyai hubungan rumah tangga.

Rekan kerja ingin membuktikan adanya hubungan terlarang tersebut. Mereka pun berinisiatif untuk memasang kamera CCTV untuk merekam perbuatan tak senonoh dilakukan oleh kedua oknum itu.

"Teman-temannya inisiatif sendiri memasang CCTV karena isu hubungan keduanya sudah lama beredar. Artinya, itu bukan CCTV aset sekolah," jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil informasi yang beredar bahwa, hubungan oknum kepsek dan guru ASN tersebut telah berlangsung sekitar enam bulan. Disdikbud Pekalongan baru menerima laporan resmi dugaan pelanggaran tersebut pada awal Agustus 2026.

Disdik akhirnya langsung melakukan penanganan. Walau begitu, tindakan tersebut tetap mengutamakan kehati-hatian lantaran berkaitan dengan kedinasan dan status kepegawaian kedua pelaku.

"Kami hati-hati betul dalam menangani itu karena hubungannya dengan pekerjaan dan sebagainya. Setelah kedua belah pihak tahu, ya sudah kami eksekusi," ucapnya.

Sanksi Tunggu Keputusan Pimpinan

Lanjut Kholid, persoalan sanksi lanjutan yang diberikan masih menungu keputusan dan rekomendasi dari Plt Bupati Pekalongan. Untuk itu, oknum kepala sekolah sementara waktu ditempatkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan.

Ia menambahkan, posisi kepala sekolah yang ditinggalkan juga telah terisi digantikan oleh pelaksana tugas (Plt). Adapun oknum guru telah dipindahkan dan posisinya diganti dengan yang lain.

Kholid mengambil pelajaran penting dari kejadian ini. Ia mengimbau seluruh ASN terutama tenaga pendidik harus menjaga integritas hingga mencontohkan teladan dan hal yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral