news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Tim Pembina PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Joko Purnomo saat sosialisasi pemanfatan minyak jelantah di Pekalongan, Jawa Tengah, belum lama ini. ANTARA/Kutnadi.
Sumber :
  • Antara

Dukung Ketahanan Energi, Pemkot Pekalongan Giatkan Gerakan Ubah Jelantah Bernilai Ekonomi

Pemkot Pekalongan mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah untuk berpartisipasi dalam gerakan mengubah jelantah menjadi rupiah.
Rabu, 23 September 2026 - 09:33 WIB
Reporter:
Editor :

Pekalongan, tvOnenews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, menggiatkan gerakan mengubah minyak jelantah yang bisa memiliki nilai ekonomi pada masyarakat.

Hal tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan manfaat pada kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Joko Purnomo, mengatakan bahwa pengumpulan minyak jelantah merupakan bagian dari komunikasi, informasi, dan edukasi pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Jelantah yang biasanya karena sedikit kemudian dibuang kita kumpulkan menjadi rupiah atau memiliki ekonomi, sehingga tidak merusak lingkungan. Itu yang kita inginkan," katanya, Rabu (23 September 2026).

Pemkot Pekalongan mengajak aparatur sipil negara dan organisasi perangkat daerah berpartisipasi dalam gerakan mengubah jelantah menjadi rupiah.

Dia mengatakan minyak jelantah yang terkumpul masih dapat dimanfaatkan dan diolah kembali, antara lain bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku avtur maupun biodiesel.

"Pemanfaatan tersebut diharapkan turut mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan limbah yang lebih bernilai guna," katanya pula.

Ketua Tim Pembina PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya menyampaikan bahwa gerakan tersebut akan dikembangkan secara lebih luas melalui Gerakan Bersama Mengubah Jelantah Jadi Rupiah (Gemar Jariah).

Program tersebut rencananya akan diluncurkan pada 5 Oktober 2026 mendatang.

"Ini tidak hanya menggerakkan kader-kader PKK dan kader posyandu, tetapi akan menggandeng semuanya, termasuk OPD, ASN, dan Dharma Wanita Persatuan. Kami berharap ada kepedulian dan partisipasi bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan konsep gerakan tersebut tidak sekadar mengumpulkan minyak jelantah tetapi menjadikannya sebagai bentuk tabungan.

Jelantah yang dikumpulkan, kata dia lagi, nantinya dapat diuangkan kembali sehingga masyarakat maupun aparatur sipil negara memperoleh manfaat ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak bernilai.

"Kalau satu ASN satu liter saja dan semuanya bisa memenuhi, sudah bisa terkumpul lebih dari 5.000 liter. Akan tetapi, kita menetapkan target minimal 2.500 liter minyak jelantah," katanya lagi.

Dalam tahap awal, gerakan ini menargetkan sedikitnya 2.500 liter minyak jelantah dapat terkumpul. Target tersebut antara lain didorong melalui imbauan kepada ASN untuk mengumpulkan minimal satu liter minyak jelantah.

“Kalau satu ASN satu liter saja dan semuanya bisa memenuhi, sudah bisa terkumpul lebih dari 5.000 liter. Tetapi kita menetapkan target minimal 2.500 liter,” ujarnya pula. (ant/dan)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:41
06:14
10:34
05:18
05:03
02:32

Viral