- instagram Hamenang
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Mantan Wartawan? Berharta Rp5,98 Miliar Saat OTT KPK
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan sebelum dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Klaten pada 2014. Hamenang kemudian melanjutkan karier di lembaga legislatif hingga menduduki jabatan Ketua DPRD Klaten.
Dari Anggota DPRD hingga Bupati Klaten, Kini Terseret OTT KPK
Karier politik Hamenang berkembang melalui PDI Perjuangan dan lembaga legislatif daerah. Ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Klaten periode 2014–2019, kemudian dipercaya sebagai Ketua DPRD untuk periode 2019–2024.
Pada Pilkada Klaten 2024, Hamenang maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto dari Partai Gerindra. Pasangan tersebut memperoleh 395.092 suara atau 52,63 persen suara sah berdasarkan hasil pemilihan yang diberitakan media lokal.
Kemenangan itu mengantarkan Hamenang menjadi Bupati Klaten untuk periode 2025–2030. Ia dilantik pada 20 Februari 2025.
Namun, perjalanan politiknya kini mendapat sorotan setelah KPK melakukan OTT pada 15 Oktober 2026.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan operasi tersebut. Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa perkara yang ditangani diduga berkaitan dengan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah (OPD).
"Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari organisasi perangkat daerah," kata Budi, melansir dari ANTARA, Jumat (16/10/26).
KPK juga menduga terdapat pemberian dari bupati kepada oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berkaitan dengan audit. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penanganan perkara yang harus dibuktikan melalui proses hukum.
Dalam operasi itu, KPK turut mengamankan sejumlah pihak lain dari unsur aparatur sipil negara dan swasta. Pada laporan awal, uang tunai yang diamankan diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Namun, perkembangan berikutnya menyebut total barang bukti uang yang disita mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
KPK kemudian menyatakan telah melakukan gelar perkara dan menaikkan penanganan kasus ke tahap penyidikan. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, lembaga tersebut menyampaikan bahwa pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan lebih lanjut.
LHKPN 2025 Catat Harta Hamenang Rp5,98 Miliar, Ini Rinciannya