- Tim tvOne - Nuryanto
Api di Bukit Menoreh, Cerita Silat Karya S.H Mintardja Jadi Koleksi Perpustakaan di Yogyakarta
Kemudian Sayap-sayap Terkembang (67 episode), Istana yang Suram (14 episode), Nagasasra dan Sabukinten (16 episode), Bunga di Batu Karang (14 episode), Yang Terasing (13 episode), Mata Air di Bayangan Bukit (23 episode), Kembang Kecubung (6 episode), Jejak di Balik Bukit (40 episode), Tembang Tantangan (24 episode), Hijaunya Lembah Hijaunya Lereng Pegunungan (118 episode) dan karya lainnya.
Sementara kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY, Monika Nur Lastiyani, menyampaikan harapannya agar karya-larya S.H. Mintardja kedepannya bisa didigitalisasi untuk tetap terjaga keberadaannya.
"Harapannya dengan diresmikan Perpustakaan S.H. Mintardja, karya cerita silat S.H. Mintardja bisa semakin intens dan penggemar bisa membaca literatur dengan secara lengkap. Perpustakaan ini bisa menjadi pusat penelitian sastra dengan kolekso yang berlatar sejarah yang menggambarkan secara detail pada mas itu," jelas Monika Nur Lastiyani.
S.H. Mintardja, pria kelahiran Yogyakarta pada 26 Januari 1933 itu menikahi Suhartini dan dikaruniai 4 putra dan 4 putri. Karyanya bertebaran di koran daerah, termasuk karya naskah kethoprak, cerpen, drama, sayembara ketoprak di radio dan TVRI, hingga menerima berbagai penghargaam sastra di tingkat propinsi maupun nasional. Para penggemarnya tak hanya dari wilayah Yogyakarta dan Indonesia namun hingga mancanegara.
Perpustakaan S.H. Mintardja ini dibuka karena adanya dorongan dari banyak kalangan, terutama penggemar yang banyak membentuk komunitas, sehingga pihak keluarga membuat perpustakaan sederhana di ruang kerja SH Mintardja.
"Disini tempat mengenang, menyimpan dan melestarikan karya-karya S.H. Mintardja," pungkasnya. (Nur/Buz)