news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

APH, oknum ASN BRIN bersama ibunya.
Sumber :
  • umar sanusi

Oknum ASN Pengancam Bunuh Warga Muhammadiyah Minta Maaf, Muhammadiyah Minta Proses Hukum Tetap Berlanjut

Andi Pangerang Hasanudin, peneliti di BRIN meminta maaf kepada seluruh pengurus dan warga Muhammadiyah, karena telah mengunggah kalimat ancaman pembunuhan
Kamis, 27 April 2023 - 13:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com – Andi Pangerang Hasanudin, peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meminta maaf kepada seluruh pengurus dan warga Muhammadiyah, karena telah mengunggah kalimat ancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah. Menurutnya postingan di Facebook tersebut diunggah karena emosi setelah mantan atasannya, Thomas Djamaludin diserang di medsos terkait perbedaan penentuan Idul Fitri 1444 Hijriyah.

Menanggapi permintaan maaf tersebut, Abdul Wahid, Wakil Ketua Pengurus Muhammadiyah Jombang menyatakan, PD Muhammadiyah Jombang sebagai pihak yang melaporkan belum pernah menerima permintaan maaf tersebut.

"PD Muhammadiyah Jombang sampai hari ini belum pernah menerima permintaan maaf dari APH baik secara lisan maupun tertulis," tegas Abdul Wahid, Kamis (27/4).

Abdul Wahid juga menegaskan, mengenai pengakuan keluarga APH, bahwa APH keluarga Muhammadiyah karena orang tua dan kakek serta neneknya Muhammadiyah, pengakuan itu tidak benar.

"Tidak benar itu," tandasnya.

Menanggapi proses hukum yang tengah berlangsung di kepolisian setelah terlapor mengakui kesalahannya, Abdul Wahid menyatakan, baik ada permintaan maaf atau tidak, proses hukum tetap berlanjut.
 
Sebelumnya, setelah dilaporkan oleh PD Muhammadiyah Jombang ke Polres Jombang, Andi Pangerang Hasanudin, peneliti muda pertama BRIN bisa ditemui di rumah orang tuanya di Dusun Tanon, Desa Diwek, Kecamatan Diwek, Jombang.
 
Didampingi ibundanya, APH mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus dan warga Muhammadiyaha atas komentar yang dianggap menyakiti/banyak pihak. 

“Komentar saya yang kemarin itu murni dari emosional dan ketidakbijaksanaan saya dalam menanggapi berbagai komentar yang selama ini menyerang pak Thomas Djamaludin dan yang menyerang tersebut adalah warga Muhammadiyah, yang sepertinya tidak terima dengan penjelasan Prof Djamaludin terkait dengan metode hisab yang digunakan. Ini memang saya akui benar-benar kesalahan saya pribadi dan saya benar-benar meminta maaf kepada Pengurus Pusat Muhammadiyah, juga warga Muhammadiyah seluruh Indonesia," ungkap APH panjang lebar.

Sementara ibundanya, Rahmi Elvidara menyatakan, APH punya riwayat autis sehingga ibundanya sering mendampingi APH kemana-mana. Rahmi juga mengatakan, APH merupakan keluarga Muhammadiyah. Karena APH bersekolah di SD Muhammadiyah di Jakarta. Ayah, kakek serta neneknya juga Muhammadiyah. Terhadap langkah hukum yang ditempuh Muhammadiyah, Rahmi minta tidak berlebihan.

"Jangan berlebihan, anak saya tidak seperti itu, toh bapak saya juga Muhammadiyah kok, saudara-saudara saya juga Muhammadiyah, jadi saya mohon maaf lah," kata Rahmi.

Mengenai langkah hukum yang ditempuh Muhammadiyah, Rahmi mengatakan akan mengikuti. 

"Kita lihat nanti," pungkasnya. (usi/far)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral