- tvOne - miftakhul erfan
Ratusan Kyai dan Tokoh Masyarakat se Madiun Raya Deklarasi Dukung Prabowo Jadi Presiden RI
Madiun, tvOnenews.com - Lebih dari 150 orang yang terdiri dari Kyai, Ulama, Cendekia dan juga tokoh masyarakat se Madiun Raya (Madiun Kota/Kabupaten, Ngawi, Magetan dan Ponorogo) menggelar sarasehan kebangsaan di Pondok Pesantren Bahrush Sholawat di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (6/8) sekira pukul 14.00 WIB.
Sarasehan yang bertajuk Pejuang Merah Putih Pendukung Prabowo ini, menurut koordinator Tim Pemenangan Prabowo di Jawa Timur, Letjend TNI (Purn) Agus Sutomo mengatakan sarasehan digelar untuk menyamakan persepsi, visi dan misi bersama dalam memenangkan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI pada pemilu 2024 mendatang.
“Memang benar sore ini kami menggelar sarasehan wawasan kebangsaan untuk bersinergi bersama para kyai, ulama, pengurus pondok pesantren hingga tokoh masyarakat di Madiun dalam membangun kedaulatan negara,” kata Agus.
Agus menambahkan sarasehan ini juga bertujuan menyamakan persepsi, visi serta misi bersama dalam memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden RI tahun 2024 mendatang.
Karena, mendekati pemilu ini, seluruh mesin partai, simpatisan dan kader mulai bekerja keras meraih simpati dan dukungan masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
“Tadi kita sudah sepakat untuk menyatukan persamaan persepsi serta visi dan misi kita untuk bersama-sama berjuang memenangkan bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI tahun 2024 mendatang,” ucapnya.
Dikesempatan yang sama, moment sarasehan antara Ulama, Kyai pengurus pondok pesantren dan juga tokoh masyarakat ini dimanfaatkan untuk tanya jawab dan juga mencari klarifikasi adanya isu-isu meresahkan terkait Mentri Pertahanan RI, Prabowo Subianto yang kian santer tersebar di media sosial.
Seperti yang diutarakan oleh KH M Arifin, pengasuh Ponpes Hudatul Muna, bahwasanya saat ini berita-berita di Medsos terkait Prabowo Subianto sangat banyak dan beragam, ada yang negatif ada yang positif. Sehingga masyarakat pun dibuat resah karena tak tahu mana yang benar, sehingga berdampak pada berpalingnya dukungan ke Capres lain.
“Itu isu atau berita hoax di medsos banyak sekali, dan membuat banyak masyarakat resah karena tak tahu mana yang benar mana yang salah. Jadi sekalian disini kami mencari klarifikasi nanti biar kami teruskan ke masyarakat,” ujarnya.