- m habib
Korban Kasus Pengeroyokan di Driyorejo Gresik Trauma Masuk Sekolah, Masih Ingat Ancaman Pelaku
Gresik, tvOnenews.com - Pascakejadian dugaan perundungan terhadap BAP (16) siswa SMK di wilayah Driyorejo Gresik, hingga kini korban belum berani untuk masuk ke sekolah lagi. BAP yang mengalami pengeroyokan itu mengaku masih trauma dan ketakutan karena teringat ancaman pelaku.
Hal tersebut disampaikan oleh ayah korban, Aris Pujianto (45) warga Surabaya, yang domisili di Desa /Kecamatan Menganti, Gresik. Anaknya yang masih berusia 16 tahun itu, saat ini trauma tidak mau bersekolah, bahkan minta pindah domisili ke Surabaya.
"Anak saya masih ingat pesan pelaku yang mengancam dengan kata-kata "Mene kon tak entek o mane" (besok kamu tak habisi lagi),” ungkapnya, Selasa (3/10).
Menurut Aris, keluarganya sempat meminta tanggung jawab ke sekolah pada Rabu (8/9) lalu. Sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik. Saat itu, pihak sekolah malah seakan-akan menyalahkan korban.
“Pihak sekolah tidak mengakui anak saya dipukul. Hingga akhirnya saya lapor ke Polres Gresik,” tegasnya.
“Polisi sementara belum ada yang datang, guru sekolah pun tidak ada. Anak saya sudah trauma. Sejak setelah kejadian tersebut, langsung tidak mau sekolah dan mau pindah sekolah, bahkan domisili,” tambahnya.
Sementara itu, kuasa hukum korban BAP, Firmansyah kepada tvOnenews.com menyatakan, jika saat ini korban hanya menuntut keadilan dan para pelaku segera ditangkap.
"Kami hanya menuntut keadilan. Klien kami mengalami pengeroyokan yang mengakibatkan dia trauma berat. Tuntutan kami para pelaku segera ditangkap oleh aparat penegak hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Firman, pada tvOnenews.com, Rabu (4/10).
Seperti dikabarkan sebelumnya, kasus dugaan kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi di Kabupaten Gresik. Kali ini, seorang pelajar kelas I sebuah SMK di Kecamatan Driyorejo, Gresik menjadi korban pengeroyokan sesama siswa sekelasnya.
Peristiwa pilu tersebut, bermula pada hari Sabtu (2/9) silam, saat jam sekolah, korban BAP sedang bercanda dengan teman sekelasnya. Lalu, korban usia 16 tahun itu, iseng menyembunyikan sepatu milik K, siswi perempuan satu kelas dengan korban.
Setelah jam pulang sekolah, sepatu pun akhirnya dikembalikan oleh korban. Dari sanalah, pemicu kekerasan datang. Karena merasa tidak terima, K melaporkan kejadian tersebut kepada kekasihnya. Karena memang K sering antar jemput oleh kekasihnya. Hingga korban pun dilakukan pengeroyokan oleh teman sekelasnya, serta pacar dari K. (mhb/far)