news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bank Indonesia Optimis Ekonomi Jatim Tumbuh 5 Persen di Tengah Gejolak Ekonomi Global.
Sumber :
  • tim tvone

Bank Indonesia Optimis Ekonomi Jatim Tumbuh 5 Persen di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggandeng Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga gelar Jatim Talk — Road to East Java Economic (EJAVEC) Forum 2024 dengan tema.
Rabu, 27 Maret 2024 - 14:32 WIB
Reporter:
Editor :

“Sebagai respons, tentunya bank-bank sentral di negara utama seperti The Fed menaikkan suku bunga. Itu menyebabkan ekonomi dunia di 2023 tumbuh melambat 3,06%,” jelasnya.

Namun demikian, Indonesia perlu bersyukur karena di tengah tantangan tersebut ekonominya masih bisa tumbuh di atas 5% pada 2023, lantaran tidak banyak negara yang bisa tumbuh hingga 5%. Sedangkan inflasi Jatim juga berhasil mencapai 2,92% atau berada di range target 2023 yakni 3%+ – 1%.

Menurutnya, konsumsi domestik yang solid telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Jatim, ditambah lagi berlanjutnya investasi dan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), serta ada sinergi kebijakan antara pemerintah, BI dan seluruh stakeholder.

“Motor penggerak Jatim adalah konsumsi yang solid, obyek PSN, dan peningkatan konsumsi LNPRT sejalan dengan persiapan pemilu yang mulai dirasakan putarannya di akhir 2023,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M Noor Nugroho menambahkan, faktor belanja pemerintah yang sejalan dengan persiapan pemilu dan pilkada serantak 2024 diyakini akan turut mendorong perbaikan kinerja ekonomi Jatim.

Hal tersebut sudah terlihat di kuartal I/2024 dari beberapa indikasi seperti penjualan eceran dan penjualan motor cenderung sedikit meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, dan konsumsi kredit rumah tangga meningkat yang semuanya berdampak padai sektor usaha.

“Dengan konsumsi naik, kondisi usaha otomatis membaik dan juga raw manufacturing meningkat. Inflasi masih perlu diwaspadai dan tidak tidak boleh lengah. Sebab, ada tren kenaikan harga pangan seperti daging ayam, telur ayam ras, dan daging sapi. Serta ada kenaikan harga dengan level tinggi yakni beras yang selama 5 tahun tidak pernah menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan, tetapi kini menjadi pendorong inflasi,” tuturnya.

Koordinator Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga dan Staf Ahli Gubernur Jatim, Rumayya Batubara memberikan sejumlah rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini.

“Yang pertama adalah program atau kebijakan hilirsasi yang berperan dalam upaya mendukung perkembangan industri pengolahan Jatim dan mendorong diversifikasi ekspor produk manufaktur,” katanya.

Sedangkan rekomendasi untuk menjaga inflasi, dari sisi penawaran yakni pemerintah dapat menerapkan kebijakan untuk meingkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biayaa produksi. Ini bisa melibuti investasi dalam infrastruktur, deregulasi untuk meningkatkan persaingan dan regormasi pasar tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral