- tim tvOne
Penyusunan RUU Komoditas, Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura Dilibatkan
Pamekasan, tvOnenews.com - Aktif menyampaikan aspirasi jutaan petani tembakau Nusantara, KRT Khairul Umam alias Haji Her yang merupakan owner PT Bawang Mas Pamekasan, Madura, diundang ke Badan Legislasi DPR RI, Senin (27/5).
Tepatnya di ruang rapat Badan Legislasi DPR-RI, Gedung Nusantara I, lantai 1, Haji Her yang tidak lain adalah ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), yaitu dengan agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), mengenai rangka penyusunan RUU komoditas strategis.
"Terima kasih kami telah diundang ke tempat yang sangat terhormat, kami yang mewakili aspirasi 15 juta jiwa petani tembakau Nusantara sangat mengapresiasi inisiatif Badan Legislasi DPR-RI, yang telah sudi mengundang kami untuk dengar pendapat umum komoditas strategis," ungkap KRT Haji Her.
Dalam rapat dengar pendapat umum dengan tema rencana rangka penyusunan RUU Komoditas strategis dihadapan BALEG DPR-RI, Haji Her secara detail mengungkapkan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi beban petani tembakau Nusantara dalam beberapa waktu terakhir ini, yang mana menurutnya banyaknya persoalan didunia pertembakauan.
Para petani sangat dirugikan khususnya dari sisi kesejahteraan dan perekonomiannya, sehingga menurutnya, pentingnya peranan pemerintah untuk mengatasinya dan berjalan beriringan dengan para petani tembakau.
"Ada 15 juta jiwa petani tembakau se-Indonesia, banyak persoalan yang selama ini menerpa para petani tembakau Nusantara, yakni ulah oknum mafia tembakau yang keberadaannya sangat merugikan petani, sehingga sangat penting peranan pemerintah untuk menumpasnya, yang tentu saja nantinya pemerintah menggandengan petani tembakau, karena untuk memperkecil ruang gerak para mafia tembakau tersebut, P4TM punya jurus jitu tentunya ", terang Haji Her.
Sementara itu dalam RDPU BALEG DPR-RI, Haji Her juga mengungkapkan bahwa 2 tahun terakhir pada masa panen tembakau, harga jual tembakau petani mencapai rekor tertinggi disepanjang sejarah pertembakauan, tentunya pihaknya bersama Kiyai, Ulama dan Habaib, terlibat langsung untuk mengupayakan hasil pencapaian tersebut.
Haji Her juga menerangkan bahwa dalam upaya yang telah dicapainya tersebut, menurutnya yang paling menarik, bahwa kepedulian kiyai, ulama dan habaib yg turut serta memikirkan dan memperjuangkan nasib petani tembakau telah dibuktikan dengan metode yang baik, yang tidak lain adalah memperkuat modal pembelian tembakau rakyat, sehingga harga tembakau petani mencapai rekor tertinggi, dengan melakukan pembelian tembakau terbanyak di Jawa Timur, yang nantinya pihaknya akan melakukan bergaining harga jual dengan pabrikan.
"Melalui penguatan modal yang nilainya bervariasi dari setiap pondok pesantren di Jawa Timur, sebanyak 300 ponpes di Madura memikirkan nasib tembakau yang kian meredup akibat dugaan permainan mafia tembakau, yang sangat merugikan petani tembakau, dan karena itulah yang melatarbelakangi berdirinya Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), yang membeli tembakau ke petani langsung, dengan harga sangat layak, sesuai dengan kualitasnya", terangnya.
Terakhir Haji Her sangat berharap besar kepada pemerintah, agar 15 juta jiwa petani tembakau se-Nusantara untuk dipikirkan tentang kesejahteraan dan perekonomiannya, sehingga komoditas tembakau Indonesia menurutnya tidak lagi dijajah oleh para mafia tembakau. (ver/gol)