news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BBM Jenis Pertalite di SPBU Banaran Babat Lamongan Diperiksa Polisi.
Sumber :
  • tvOne - m mahrus

Diduga BBM Pertalite Bercampur Air, SPBU Banaran Babat Lamongan Diperiksa Polisi

Diduga bercampur air, BBM jenis Pertalite yang berada di SPBU 54.622.05 Banaran Babat–Bojonegoro didatangi oleh petugas Satreskrim Polres Lamongan dan petugas Unit Polsek Babat, Selasa (24/12).
Rabu, 24 Desember 2025 - 13:32 WIB
Reporter:
Editor :

Lamongan, tvOnenews.com – Diduga bercampur air, BBM jenis Pertalite yang berada di SPBU 54.622.05 Banaran Babat–Bojonegoro didatangi oleh petugas Satreskrim Polres Lamongan dan petugas Unit Polsek Babat, Selasa (24/12).

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan dilakukan oleh petugas menyusul beredarnya video viral di media sosial Instagram dari akun Info Babat yang memuat keluhan masyarakat terkait BBM jenis Pertalite yang diduga tercampur air di SPBU 54.622.05 Banaran.

“Anggota telah melakukan pengecekan pada Selasa malam 23/12 sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar Ipda Hamzaid.

Sebelumnya, video viral beredar di media sosial dari para pengguna sepeda motor matik yang mengeluhkan adanya temuan BBM Pertalite bercampur air. Mereka mengaku mengalami gangguan mesin berupa kendaraan tidak bisa distarter atau tidak menyala setelah melakukan pengisian BBM jenis Pertalite.

Sementara itu, untuk menindaklanjuti adanya protes dari warga, pelayanan pengisian BBM di operator 2 SPBU Banaran tersebut ditutup sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas dan operator SPBU selanjutnya melakukan pengecekan BBM jenis Pertalite di Pulau 2 dengan memasukkan sampel BBM ke dalam botol air mineral.

Dari hasil pengecekan visual, BBM jenis Pertalite tampak berwarna biru keputihan yang diduga telah tercampur air.

"Petugas bersama pihak SPBU juga melakukan pengecekan terhadap tandon bawah tanah (tangki pendam) BBM jenis Pertalite yang masih berisi sekitar 5.000 liter,” kata Hamzaid.

Pengecekan menggunakan pasta air menunjukkan adanya campuran air dengan ketinggian sekitar 8 sentimeter di dalam tandon.

"Adanya campuran air di dalam tandon pendam Pertalite tersebut diduga disebabkan oleh rembesan air hujan yang masuk melalui penutup tandon,” tambahnya.

Untuk mengganti kerugian para pelanggan, pihak SPBU telah memberikan uang ganti rugi kepada konsumen yang membeli BBM Pertalite serta membawa kendaraan pelanggan ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.

Kasihumas Polres Lamongan menegaskan bahwa sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, Satreskrim Polres Lamongan akan melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU, baik pengawas maupun operator, serta melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.

“Polres Lamongan akan terus memantau dan mendalami kejadian ini guna memastikan perlindungan terhadap konsumen serta mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya. (mmr/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral