- tim tvone - mahrus
Puluhan Ribu Warga Lamongan Terdampak Banjir, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana
Lamongan, tvOnenews.com - Sudah hampir dua bulan berjalan, kondisi banjir akibat luapan aliran Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan kian memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru dari BPBD Lamongan per 12 Januari, ribuan rumah yang tersebar di 27 desa yang berada di lima kecamatan dilaporkan terendam banjir, dengan total warga terdampak mencapai lebih dari sepuluh ribu jiwa.
Kondisi terparah tercatat di Kecamatan Deket, sebanyak 695 rumah terendam, dihuni oleh 3022 jiwa. Situasi serupa juga menyelimuti Kecamatan Karangbinangun dengan 660 rumah terdampak, yang merendam sedikitnya 2580 warga. Sementara itu, di Kecamatan Turi, tercatat 640 rumah terendam yang berdampak pada 2188 jiwa.
Wilayah lain yang turut terdampak cukup parah yaitu Kecamatan Kalitengah, sebanyak 604 rumah warga dimasuki air dengan total 2229 jiwa terdampak. Adapun di Kecamatan Glagah, meski dampak pemukiman relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lain, tercatat ada 137 rumah terendam, dihuni oleh 653 jiwa.
Selain merendam pemukiman, banjir kali ini melumpuhkan total sektor ekonomi warga yang mayoritas merupakan petani tambak. Total luas lahan sawah dan tambak yang tenggelam mencapai 3958 hektare. Karangbinangun menjadi wilayah dengan kerusakan lahan terluas yakni 1283 hektar, disusul Kalitengah seluas 1065 hektar, Deket 771 hektar, Turi 746 hektare, dan Glagah seluas 93 hektar.
Di sektor pendidikan pun tak luput dari serangan bencana banjir. Sebanyak 63 lembaga pendidikan di lima kecamatan tersebut ikut terendam, mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terhenti total.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan langkah-langkah darurat untuk mengurangi beban warga dan mempercepat surutnya air.
"Pemerintah Kabupaten Lamongan saat ini fokus pada dua hal utama untuk memastikan kebutuhan logistik serta kesehatan warga tercukupi, dan mengoptimalkan seluruh pompa pembuangan yang ada. Kami menyadari dampak banjir ini sangat luas, terutama pada sektor tambak dan pendidikan. Tim di lapangan terus bersiaga untuk melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan di titik-titik yang sulit dijangkau," ujar Moh. Nalikan.
Dengan kondisi banjir yang kian meluas, pemerintah Kabupaten Lamongan mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah hulu maupun lokal masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. (mmr/hen)